Pasutri di Inhil ditemukan tak bernyawa di rumahnya

id Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan,Kapolsek GAS, IPTU Agus Susanto,Kasat Reskrim, AKP Indra Lamhot,polres inhil,penemuan mayat,Kelurahan Teluk Pinang

Pasutri di Inhil ditemukan tak bernyawa di rumahnya

Proses olah TKP pihak ke polisian. (ANTARA/Adriah)

Tembilahan (ANTARA) - Pasangan suami istri lanjut usia (lansia) di Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir ditemukan tidak bernyawa di rumahnya.

Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan melalui Kapolsek GAS, IPTU Agus Susanto, Selasa, mengatakan bahwa pasutri tersebut diketahui bernama Sukri (80) sedangkan sang istri bernama Jasiah (77).

“Sekira pukul 13.00 WIB Yasikin yang merupakan menantu korban datang untuk mengantarkan lauk makan siang ke rumah korban,” sebut Kapolsek IPTU Agus Susanto.

Saat sampai di rumah mertua, Yasikin terkejut melihat ibu mertuanya Jasiah sudah terbaring tidak bernyawa di kamar belakang.

Kemudian Yasikin ke belakang rumah untuk mencari mertua laki-lakinya, namun tidak ditemukan. Selanjutnya Yasikin masuk kembali ke dalam rumah dan ditemukan mertua laki-lakinya terbujur kaku tidak bernyawa.

Melihat hal tersebut, Yasikin meminta pertolongan kepada warga setempat.

“Sekira Pukul 14.00 WIB, pihak Kepolisian Polsek GAS bersama Koramil 05/GAS dan Team Medis dari Puskesmas Kelurahan Teluk Pinang sampai di TKP langsung melakukan olah TKP serta melakukan visum terhadap kedua mayat tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim, AKP Indra Lamhot menuturkan bahwa dari hasil olah TKP tidak ditemukan keganjilan.

“Hasil observasi dokter setempat tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan,” sebutnya.

Diduga kedua pasangan lansia tersebut meninggal karena mempunyai riwayat sakit.

Sukri diketahui memiliki riwayat penyakit jantung sedangkan Jasiah mengalami sakit lumpuh.

Baca juga: Depresi dituduh mencuri, pria di Pekanbaru tewas bunuh diri

Baca juga: Geger!! Ibu di Pekanbaru bawa serta dua anaknya bunuh diri


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar