Presdir MNC Bank Mahdan Ibrahim sebut perbankan digital kunci capai inklusi keuangan

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,bank digital

Presdir MNC Bank Mahdan Ibrahim sebut perbankan digital kunci capai inklusi keuangan

Nasabah membeli Sukuk Tabungan (ST) Seri ST006 melalui aplikasi BNI Mobile Banking di Jakarta, Senin (4/11/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Direktur MNC Bank Mahdan Ibrahim menyebutkan layanan perbankan digital merupakan salah satu kunci untuk mencapai inklusi keuangan di Tanah Air.

"Mengingat tingkat penetrasi pengguna seluler yang tinggi, layanan perbankan digital seperti aplikasi mobile banking Motion dari MNC Bank, adalah jawaban untuk menjangkau masyarakat yang tadinya belum dapat membuka rekening bank, utamanya karena kendala jarak dengan cabang terdekat," kata Presiden Direktur MNC Bank Mahdan Ibrahim dalam pernyataan di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Bank Riau Kepri menjadi bank syariah tahun depan

Saat ini, Indonesia memiliki sebanyak 338,2 juta pengguna seluler. Angka itu setara dengan 124 persen dari total 269 juta penduduk.

Sementara itu, hingga saat ini sebanyak 91,3 juta masyarakat Indonesia masih belum tersentuh layanan finansial atau layanan perbankan.

Tidak dapat dipungkiri, kebutuhan perbankan digital saat ini semakin tinggi. Selain didorong oleh kematangan dari infrastruktur, seperti akses Internet yang kian luas, cepat dan stabil, hal tersebut juga didorong oleh terjadinya pandemi yang melanda dunia saat ini.

"Dengan keterbatasan interaksi fisik akibat melindungi diri dan keluarga dari intaian COVID-19, maka pelayanan perbankan digital semakin cepat tumbuh menjadi suatu kebutuhan. Indonesia sendiri adalah wilayah yang sangat berpotensi untuk pengembangan perbankan digital," ujar Mahdan.

Mahdan melanjutkan, selain memberikan kemudahan bagi bank untuk menjangkau nasabah di manapun, aplikasi Motion juga dapat memberikan kemudahan bagi nasabah. Karena kini, untuk dapat bertransaksi kapanpun, nasabah cukup meraih telepon pintar ataupun gadget sejenis dan dapat bertransaksi dengan nyaman dan aman.

Menurutnya, kemudahan bertransaksi di mana saja dan kapan saja membuat nasabah lebih leluasa bekerja dari rumah dan beraktivitas dari rumah.

"Dengan kebiasaan baru yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir, lambat laun akan menjadi suatu hal normal bagi nasabah untuk bertransaksi menggunakan perbankan digital," kata Mahdan.

Oleh karena itu, lanjut Mahdan, pihaknya memfokuskan setiap keputusan strategis perseroan diarahkan untuk menghadirkan pengalaman perbankan digital yang memberikan kenyamanan bertransaksi bagi masyarakat Indonesia mulai dari kota besar hingga pelosok nusantara.

Baca juga: Bank Dunia nilai UU Cipta Kerja berpotensi dukung pemulihan ekonomi

Baca juga: BRI Syariah resmi jadi entitas penerima penggabungan tiga bank BUMN syariah


Pewarta: Citro Atmoko