Demo Omnibus Law Pekanbaru rusuh, puluhan mahasiswa luka kena lemparan batu dan gas air mata

id DPRD Riau,demo,tolak omnibus law,UU cipta kerja,berita riau antara,berita riau terbaru

Demo Omnibus Law Pekanbaru rusuh, puluhan mahasiswa luka kena lemparan batu dan gas air mata

Seorang mahasiswa Universitas Islam Riau ditandu oleh rekan-rekannya karena pingsan setelah aparat berupaya membubarkan massa demonstrasi di DPRD Riau, Kota Pekanbaru, Kamis (8/10/2020). Ribuan mahasiswa dan warga berunjuk rasa memprotes pengesahan UU Cipta Kerja. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Puluhan mahasiswa mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu dan gas air mata saat polisi menghalau massa demonstran yang menolak UU Cipta Lapangan Kerja atau OmbibusLaw, di depan Gedung DPRD Riau, Kamis.

Dari pantauan ANTARA, empat mahasiswa yang pingsan dan luka-luka diboyong menuju ruko dekat fly over Jalan Sudirman. Satu orang mahasiswa yang tidak sadarkan diri dilarikan menggunakan mobil pick up. Ada juga yang mengalami luka dibagian kaki. Sementara itu, kondisi mahasiswa yang luka parah dibagian kepala akibat lemparan batu langsung diboyong rekan-rekannya.

Saat aparat kepolisian menghalau massa aksi menggunakan gas air mata dan water canon. Mahasiswa berhamburan lari ke jembatan layang hingga Rumah Sakit Syafira Pekanbaru kemudian menuju Kantor RRI Pekanbaru. Mereka yang tampak kesakitan dan kelelahan karena ledakan gas air mata langsung dibawa ketempat yang aman.

Sejumlah petugas polisi menghalau massa demonstran UU Cipta Kerja di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (8/10/2020). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)


Sebagai informasi, aksi protes yang disuarakan mahasiswa didepan Gedung DPRD Riau sempat memanas saat massa memaksa masuk ke dalam Gedung. Aparat kepolisian terpaksa membubarkan kerumunan massa menggunakan water canon dan gas air mata.

Situasi sempat meredam saat Wakil Ketua DPR Riau Hardianto didampingi Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau Agung Nugroho, dan Wakil Ketua Fraksi PAN Ade Hartati Rahmat.

Massa kembali ricuh saat Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto mengatakan akan meneruskan aspirasi mahasiswa ke pusat dan meminta mahasiswa untuk membubarkan diri.

"Kita sepakat dan berkomitmen untuk meneneruskan apa yang menjadi aspirasi teman-teman mahasiswa ke Pusat. Untuk sekarang, kami minta mahasiswa untuk membubarkan diri, pulang kerumah masing-masing," ucap Hardianto.

Sejumlah warga melihat mobil polisi yang rusak berat oleh massa demonstran UU Cipta Kerja di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (8/10/2020). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)


Gas air mata dan water canon kembali menghalau sekitar lima ribuan peserta aksi. Akibat dari kisruh tersebut satu mobil polisi jenis sedan polantas digulingkan dan mengalami rusak berat di parkiran Hotel Grand Tjokro.

Hingga berita ini diterbitkan, massa sudah mulai membubarkan diri menuju rumah mereka. Arus Jalan Sudirman di sepanjang Gedung DPRD Riau masih dialihkan, arus lalu lintas sudah mulai lancar pasca aksi itu.

Baca juga: Gas air mata dan water canon pukul mundur massa tolak UU Ciptaker di Pekanbaru

Baca juga: Diguyur hujan, demo mahasiswa UIR tolak UU ciptaker diwarnai aksi saling dorong


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar