Sertifikasi pilot diragukan, maskapai Pakistan International Airlines ditolak masuki AS

id Berita hari ini, berita riau antara, berita riau terbaru, maskapai

Sertifikasi pilot diragukan, maskapai Pakistan International Airlines ditolak masuki AS

Ilustrasi - Pesawat Pakistan International Airlines (PIA) bersiap mendarat di bandara Islamabad di Islamabad 24 Februari 2007. (ANTARA/REUTERS/Faisal Mahmood/pri.)

Sydney (ANTARA) - Departemen Transportasi Amerika Serikat mengungkapkan telah mencabut izin Pakistan International Airlines (PIA) untuk melakukan penerbangan carter ke Amerika Serikat.

Alasannya, badan pengatur penerbangan AS -- Federal Aviation Administration (FAA) -- khawatir soal sertifikasi pilot Pakistan.

Baca juga: Masa normal baru, Dirut Garuda: Saatnya maskapai utamakan layanan kargo

Informasi itu tercakup dalam surat pembatalan izin khusus tertanggal 1 Juli, yang diberikan departemen tersebut kepada Reuters pada Jumat.

Pakistan pada Juni mengeluarkan larangan terbang terhadap hampir sepertiga jumlah pilot di negara itu setelah menemukan kemungkinan bahwa pilot-pilot itu telah memalsukan kualifikasi mereka.

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa juga telah menangguhkan izin terbang PIA ke negara-negara Uni Eropa selama enam bulan. Ketentuan itu menjadi pukulan bagi operasi penerbangan maskapai tersebut.

PIA belum bisa dihubungi di luar jam kerja untuk dimintai komentar.

Namun media Pakistan, Geo News, melaporkan bahwa PIA telah membenarkan informasi soal larangan dari AS itu dan mengatakan pihaknya akan menanggapi kekhawatiran tersebut melalui langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan oleh maskapai.

Larangan terbang bagi pilot-pilot Pakistan yang sertifikatnya diragukan diberlakukan setelah sebuah pesawat jet PIA pada Mei jatuh hingga menewaskan 97 orang.

Baca juga: Era normal baru, penumpang maskapai AirAsia hanya boleh bawa satu tas jinjing ke kabin

Baca juga: Waduh, Pemerintah izinkan maskapai naikkan tarif pesawat


Sumber: Reuters

Penerjemah: Tia Mutiasari

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar