Formula 1 tanpa penonton masih dianggap lebih baik ketimbang tidak balapan

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, formula 1

Formula 1 tanpa penonton masih dianggap lebih baik ketimbang tidak balapan

Pebalap tim Mercedes memimpin Grand Prix Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, yang digelar tanpa penonton ketika Formula 1 memulai kembali musim balapan yang tertunda karena pandemi virus corona. (5/7/2020) (Reuters/Leonhard Foeger/Pool)

Jakarta (ANTARA) - Bukit berumput di pinggir trek Red Bull Ring yang biasanya dijejali manusia kini kosong melompong ketika sirkuit di daerah perbukitan wilayah Styria, Austria itu menjadi tuan rumah seri pembuka Formula 1, Minggu.

Sekarang, beberapa sapi merumput di lokasi yang biasanya digunakan para fan mendirikan tenda di dekat sirkuit ketika akhir pekan balapan. Tribun utama penonton pun menunjukkan warna asli bangku mereka.

Baca juga: Mercedes curiga Ferrari miliki mobil lebih cepat. Ini alasannya

Formula 1 kembali ke trek setelah hampir empat bulan tertunda musimnya karena pandemi virus corona dan Austria mengawali delapan seri di revisi kalender yang telah dirilis dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tanpa kehadiran penonton di trek.

Valtteri Bottas keluar sebagai juara seri pembuka itu setelah menyintas balapan bertabur drama Safety Car dan penalti. Bahkan hanya 11 dari 20 pebalap yang menyelesaikan lomba hari itu.

Sang pebalap Finlandia itu mengungkapkan ada atau tidak ada penonton sebenarnya tidak berpengaruh ketika ia fokus di balik kemudi.

"Tentunya kalian sangat fokus di balapan dan mengemudi," kata Bottas dalam jumpa pers pasca lomba seperti dilansir laman resmi F1.

"Kamu bahkan tak melihat ke penonton?" tanya pebalap McLaren Lando Norris heran.

"Tak terlalu. Jadi, ya, ketika balapan kalian fokus penuh di hal itu. Jadi tak ada bedanya tapi aku harus bilang, apa yang sangat aku nikmati di F1 yang normal adalah sebelum balapan, di mana kita melakukan parade pebalap.

"Melihat para penonton, semua fan, semua bendera dari berbagai negara. Itu memberi atmosfer yang bagus sebelum lomba, juga ketika setelah balapan.

"Khususnya ketika kalian mendapati hasil bagus seperti yang aku raih hari ini, akan bagus jika bisa berbagi itu dengan atmosfer yang kita tak dapati sekarang dan merayakannya dengan penonton...." (*)

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, F1 digelar tanpa penonton di sirkuit, yang kemungkinan akan berlangsung di sejumlah seri berikutnya jika kondisi krisis kesehatan global tak kunjung membaik.

Namun ekspresi kegembiraan nampak jelas di ketiga pebalap yang naik podium hari itu; Bottas, Charles Leclerc dan Norris kendati perayaan dengan sampanye kali ini lebih sederhana dari biasanya, tanpa podium tinggi dan kerumunan fan yang ikut merayakan.

"Lebih baik membalap seperti ini ketimbang tidak membalap sama sekali," kata Bottas.

Leclerc, yang tumbuh menyaksikan F1 di kampung halamannya di Monako, juga mendapati hal itu terasa aneh. "Kita kehilangan semangat para fan, yang aku sangat sukai dari olahraga ini, hingga melihat semangat dari orang-orang yang menonton kalian.

"Tapi seperti Valtteri katakan, lebih baik membalap seperti ini dari pada tidak, jadi sangat senang kembali ke trek dan semoga para fan menikmatinya dari rumah, dan semoga jika sudah aman, mereka bisa kembali (hadir di sirkuit)," kata Leclerc.

Norris mungkin yang paling girang di antara ketiga pebalap itu karena meraih podium perdananya di F1, sekaligus menjadi pebalap termuda ketiga yang finis podium, setelah Max Verstappen dan Lance Stroll, di sejarah F1.

"Aku sepakat dengan keduanya. Aku rasa kita semua bisa senang berada di sini membalap dan prosedur yang diterapkan cukup tahan peluru," kata pebalap berusia 20 tahun asal Inggris itu.

"Mereka sudah terbiasa di podium, bagiku ini pertama kalinya dan aku rasa sesuatu yang selalu membuatnya spesial adalah kehadiran penonton di sini, merayakannya bersama kalian... semoga ke depannya, tak lama lagi, kita bisa mendapati para fan kembali," kata Norris.

Baca juga: Hamilton juarai Grand Prix Meksiko

Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar