Tangani COVID-19 "sangat buruk", Presiden AS Donald Trump ancam kurangi bantuan untuk WHO

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,corona,Donald Trump

Tangani COVID-19 "sangat buruk", Presiden AS Donald Trump ancam kurangi bantuan untuk WHO

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan rapat tentang respon penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) dengan Gubernur North Dakota Doug Burgum dan Gubernur Colorado Jared Polis di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, Amerikat Serikat, Rabu (13/5/2020). (REUTERS/KEVIN LAMARQUE)

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan upaya yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menangani pandemi COVID-19 "sangat buruk"

"WHO 'telah melakukan pekerjaan yang sangat buruk' dalam menangani virus corona," ujar Donald Trump pada Senin (18/5).

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Turki naik menjadi 150.593 orang

Dalam sebuah acara di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa ia akan membuat keputusan tentang pendanaan Amerika Serikat untuk WHO secepatnya.

Ia telah mempertimbangkan untuk mengurangi pendanaan Amerika Serikat untuk WHO sebesar 40 juta dolar AS.

"Saya memilih untuk tidak membuat pernyataan hari ini. Saya akan memberikan pernyataan terkait WHO dalam waktu dekat," kata dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan evaluasi independen terhadap tanggapan global virus corona akan diluncurkan sesegera mungkin, dan China mendukung rencana itu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan janji tersebut dalam pertemuan virtual badan pembuat keputusan WHO, Majelis Kesehatan Dunia, di mana Presiden China Xi Jinping membela penanganan krisis virus corona di negaranya.

Presiden AS Donald Trump dengan tajam mempertanyakan kinerja WHO selama pandemi dan memimpin kritik internasional terhadap penanganan China terhadap tahap-tahap awal krisis.

Tedros, yang selalu menjanjikan peninjauan pascapandemi, mengatakan tinjauan itu akan dilakukan "pada saat yang tepat paling awal" dan memberikan rekomendasi untuk kesiapan di masa depan.

"Kita semua memiliki sesuatu untuk dipelajari dari pandemi. Setiap negara dan setiap organisasi harus memeriksa responsnya dan belajar dari pengalamannya. WHO berkomitmen untuk transparan, akuntabilitas, dan pembenahan berkelanjutan," kata Tedros.

Tinjauan tersebut harus mencakup tanggung jawab "semua aktor dengan itikad baik," kata dia.

"Risiko tetap tinggi dan jalan panjang masih harus dilalui," kata Tedros, yang mengatakan tes pendahuluan di beberapa negara menunjukkan bahwa paling banyak 20 persen populasi telah tertular penyakit ini tetapi di banyak tempat populasi yang tertular kurang dari 10 persen.

Sebuah resolusi yang dirancang oleh Uni Eropa menyerukan evaluasi independen terhadap kinerja WHO. Resolusi itu tampaknya telah memenangi dukungan konsensus di antara 194 negara bagian kesehatan.

Baca juga: Wapres Sudan Selatan dan istri terbukti positif virus corona

Baca juga: Kasus COVID-19 di Amerika sudah mencapai 1.480.349 dengan 89.407 kematian


Pewarta : Azis Kurmala