Kasus COVID-19 Riau diprediksi melonjak Juni dampak mudik Lebaran, begini penjelasannya

id larangan mudik,covid riau,penanganan corona di riau,gugus tugas covid 19 riau,virus. corona,covid 19,berita riau antara,berita riau terbaru,psbb riau

Kasus COVID-19 Riau diprediksi melonjak Juni dampak mudik Lebaran, begini penjelasannya

Seorang warga membawa paket sembako bansos yang diserahkan petugas kelurahan menjelang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Dumai, Riau, Minggu (17/5/2020). Dinas sosial setempat pada tahap pertama H-1 PSBB menyalurkan bansos sembako sebanyak 14 ribu paket kepada keluarga nondata terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di Kota Dumai yang penganggarannya bersumber dari keuangan daerah. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/aww.

Pekanbaru (ANTARA) - Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Riau memprediksi, apabila masyarakat tetap nekad mudik Lebaran Idul Fitri 1441 H, maka daerah berjuluk “Bumi Lancang Kuning” tersebut akan mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 pada bulan Juni.

“Kalau kita tidak disiplin diri, kalau saudara-saudara kita tetapmaupulang dulu, maka kita akan cilaka nanti. Bukan di H+7 Lebaran, perhitungannya nanti di pekan ketiga Juni. Kalau pekan ketiga Juni kasus positif meningkat, sumbernya pasti dari Lebaran,” kata Juru Bicara COVID-19 Riau, dr Indra Yovi Sp.P(K) dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Senin (18/5).

Ia mengatakan dalam dua pekan terakhir, 90 persen penambahan kasus positif COVID-19 di Riau merupakan kasus penularan dari luar daerah (imported case). Ini disebabkan warga asal Riau yang pulang kampung dari daerah terjangkit, dan akhirnya membuat kluster penularan baru di Riau.

Kluster tersebut di antaranya kluster kepulangan santri dari Pondok Pesantren Desa Temboro Magetan, dan kluster Sukabumi.

“Akhirnya muncul kluster Temboro, kluster Sukabumi, satu kasus positif dari perjalanan ke Sumatera Selatan, satu dari perjalanan dari Padang, dan Medan. Tambahan empat kasus sebelumnya, merupakan transmisi lokal dari kontak erat kluster santri Temboro,” ujarnya.

Ia mengatakan banyak warga masih menganggap remeh penyakit mematikan ini. Padahal, ia mengakui mengobati COVID-19 sangat sulit untuk dilakukan oleh tenaga medis.

“Kita tenaga medis cuma bisa mengimbau untuk kepentingan saudara semua. Kami bisa melihat tertekannya saudara kita yang begitu positif (COVID-19). Jangan anggap enteng,” ujarnya.

Ia mengatakan kasus positif COVID-19 terus bertambah hingga mencapai 101 kasus, dengan jumlah kesembuhan sebanyak 61 kasus.

“Total positif 101 kasus positif, terdiri dari 34 dirawat, 61 sehat dan sudah dipulangkan, dan enam meninggal dunia,” katanya.

Ia mengatakan terdapat penambahan dua kasus positif COVID-19 yang keduanya berada di Kota Dumai. Pasien ke-100 positif COVID-19 di Riau berinisial AAH. Remaja berusia 15 tahun ini merupakan warga Kabupaten Kota Dumai, yang merupakan hasil penelusuran (tracing) dari Kluster Kepulangan Santri Pondok Pesantren di Magetan, Jawa Timur.

Kemudian pasien ke-101 berinisial AP, yang juga warga Kota Dumai. Pasien berusia 33 tahun itu adalah istri dari pasien positif COVID-19 berinisial S, yang merupakan kasus nomor 87 di Riau.

“Kabar baik hari ini, penambahan satu pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh adalah Tuan MZ yang merupakan warga Kabupaten Indragiri Hilir,” ujarnya.

Baca juga: Mall dibuka masjid ditutup, Waka DPRD Riau desak aturan PSBB diberlakukan adil

Baca juga: Wako Pekanbaru minta Camat pajang nama warga penerima bansos

Baca juga: PSBB di Riau ditandai dengan penyemprotan disinfektan secara serentak, begini penjelasannya


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar