Gubernur BI sebut Indonesia peringkat pertama dunia dalam keuangan syariah

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara, Gubernur BI

Gubernur BI sebut Indonesia peringkat pertama dunia dalam keuangan syariah

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo di Surabaya, Rabu (6/11/2019) (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Jakarta (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menyebut peringkat Indonesia naik cukup signifikan dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah dunia, dari peringkat enam menjadi pertama, sesuai data Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019.

"Optimisme perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia semakin kuat seiring penghargaan Indonesia dari Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019, yang mendudukan Indonesia sebagai negara peringkat pertama dunia dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah," kata Dody di Surabaya, Kamis.

Baca juga: Kas Keliling BI Riau ekspedisi ke tujuh pulau terluar bawa Rp5,6 miliar

Dody dalam gelaran Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 mengatakan, Bank Indonesia akan terus menjaga komitmen untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Salah satunya melalui kerja sama dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dalam gelaran Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia 2019 yang bertema "Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia" di Grand City Convention and Exhibition Surabaya.

"Sinergi yang kuat dalam naungan KNKS tentunya menjadi penting untuk terus dijaga dan menjadi modal yang besar dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia di masa yang akan datang," katanya.

Selain itu, sinergi juga menjadi syarat utama yang harus dipenuhi untuk memperkuat pelaksanaan empat strategi utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air.

Seperti tercantum dalam masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 yang mencakup penguatan rantai nilai halal, penguatan sektor keuangan syariah, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah serta pemanfaatan ekonomi digital.

"Fesyar Indonesia 2019 merupakan salah satu strategi dalam memperkuat dan mempromosikan sistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," katanya.

Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan itu mengatakan sinergi penguatan ekonomi dan keuangan syariah juga terus dilakukan oleh pemerintahannya, salah satunya melalui program "One Pesantren One Product" (OPOP) yang saat ini telah mencapai sekitar 200 produk dan telah masuk menjadi salah satu program dalam RAPBD 2020 serta bersinergi dengan DPRD Jawa Timur.

"Pasar ekonomi dan keuangan syariah juga terus kami manfaatkan, sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," katanya.

Ia mengatakan, pasar keuangan syariah, pembiayaan ekonomi syariah tentunya butuh dana yang tidak sedikit, dan perbankan syariah masih memliki ruang yang sangat besar untuk mengembangkannya.

Sementara itu, Fesyar Indonesia 2019 digelar sampai 9 November 2019 dengan berbagai kegiatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Di Batu, Malang (6/11), Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Timur menghidupkan kembali "Nahdlatut Tujjar" (gerakan ekonomi umat pada periode awal berdirinya NU) dengan meluncurkan "NUconomic" yang merupakan kolaborasi kalangan Profesional, Agamawan dan Masyarakat sebagai pondasi kesuksesan badan usaha.

"Untuk menandai peluncuran NUconomic, kami mengadakan Pelatihan Usaha 'Strategi Pergerakan Ekonomi dan Penerapan Produk Halal (Sertifikasi Halal)' bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemprov Jatim dan Among Tani Foundation di Gedung Graha Pancasila Pemkot Batu (6/11)," kata s," kata Ketua PW LPNU Jatim Fauzi Priambodo.

Baca juga: 50 mahasiswa berprestasi di Riau terima beasiswa Bank Indonesia

Baca juga: Terlambat transfer, bank akan didenda maksimal Rp10 juta


Pewarta : A Malik Ibrahim

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar