Delapan negara ikuti "Asia friendly endurance ride" 2019 di Pekanbaru

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara,Delapan negara ikuti

Delapan negara ikuti "Asia friendly endurance ride" 2019 di Pekanbaru

Para atlit penunggang kuda Asia asal Malasyia, Thailand, Bangladesh, Korea, Hongkong, Pakistan dan Indonesia akan menampilkan ketangkasan mereka dalam Asia Friendly endurance ride atau iven ketahanan berkuda jarak jauh internasional di Pekanbaru, 26-27 Oktober 2019. (Riau.Antaranews/Frislidia)

Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak delapan atlit penunggang kuda asal Malasyia, Thailand, Bangladesh, Korea, Hongkong, Pakistan

dan Indonesia akan menampilkan ketangkasan mereka dalam Asia Friendly endurance ride atau iven ketahanan berkuda jarak jauh internasional di Pekanbaru, 26-27 Oktober 2019.

"Para delegasi akan adu ketahahan pada kecepatan 16 km, minimum kecepatan 8 km/jam diikuti kelas 20 km untuk 17 Rider asal Indonesia dan 40 KM 8 rider luar negeri dan Indonesia," kata Ketua Komisi Endurance Pordasi Kota Pekanbaru masa Bakti 2016-2020, Dede Firmansyah di Pekanbaru, Rabu.

Menurut Dede, untuk kuda-kuda yang akan bertarung pada kelas 40 km yakni 9 kuda yang disiapkan (AFER)

Zakaria, Balqis, Budiman, Assakbu, Jihad, Garuda, Beauty, Bima dan Sikumbang.

Ia menyebutkan, ajang kejuaraan berkuda jarak tempuh jauh yang diberi nama Asia Friendly endurance ride ini

adalah kejuaraan berkuda jarak tempuh jauh 20 km dan 40 km yang diselenggarakan setiap tahun, yang diprakarsai oleh Ketua Pordasi Kota Pekanbaru, Al Makmur Nugraha pada tahun 2016.

"Mencermati perkembangan jumlah atlet endurance selama 3 tahun ini, setiap tahun terjadi peningkatan, maka atlet luar negeri sangat banyak yang berminat untuk ikut, tetapi kurang terwadahi di dalam event WDO Endurance Ride," katanya.

Oleh karena itu dengan adanya kejuaraan WDO Endurance Ride, muncul bibit-bibit atlet endurance Indonesia sehingga perlu dibuka ajang untuk mengasah prestasi mereka dan perlombaan 1st Asia Friendly endurance ride 2019 digelar merupakan perhelatan yang memperkenalkan kepada dunia, bahwa olahraga endurance yang telah lama vakum di Indonesia, telah kembali hidup dan berkembang di Wisata Dakwah Okura (WDO), Pekanbaru, Riau.

Ia berharap kegiatan ini akan mempererat hubungan antar negara dan dapat menjadi ajang untuk membangun hubungan yang baik dengan atlet dan komunitas berkuda antar bangsa.

"Perlombaan 1st Asia Friendly endurance ride 2019 ini tentunya akan memberikan manfaat ganda bagi Propinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan tersebut, yakni ekonomi dan pariwisata dari berbagai sektor, seperti akomodasi dan kuliner," katanya.

Jika iven ini dimanfaatkan dengan baik dan diagendakan rutin setiap tahun, maka ini dapat dijadikan peluang untuk menarik investor dan peluang untuk mengembangkan industri wisata di Pekanbaru. Selanjutnya, sebagai pelopor dan satu-satunya venue olahraga endurance di Indonesia, Wisata Dakwah Okura (WDO) perlu di dukung pemerintah dan swasta untuk memiliki fasilitas olahraga endurance yang bertaraf internasional.

Dede yang juga Ketua ASITA Riau itu menyebutkan perlombaan ini berlangsung selama dua hari dengan agenda utama pada hari pertama adalah technical briefing dan 1st Vet Inspection, yaitu pemeriksaan kelayakan kesehatan kuda yang akan menjadi salah satu point dalam penilaian dewan juri.

Pada hari kedua, rider berkuda sejauh 40 yang mana pada setiap 5 km akan disediakan water cooling. Jarak tempuh ini dibagi menjadi 2 loop dan pada setiap loop kuda akan diperiksa kesehatannya melalui vet check.

"Pemenang adalah rider yang mampu membawa kuda sampai ke finish dalam waktu yang telah ditentukan, yang mana dokter hewan menyatakan kondisi kesehatan kuda yang dibawanya dalam keadaan baik," katanya.**1**T.F011

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar