Warga Pekanbaru tolak penampungan imigran

id Imigran, pekanbaru

Puluhan warga Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana penempatan imigran di wilayah Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, Senin (9/9). (Anggi Romadhoni)

Pekanbaru (ANTARA) - Sejumlah warga Jalan Kartama, Kota Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes rencana Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) setempat untuk menempatkan imigran pencari suaka di lingkungan sekitar.

Dalam aksinya yang digelar Senin siang, warga Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru itu keberatan rencana Rudenim menyulap Gedung Nevada yang berada di wilayah itu sebagai penampungan. Mereka khawatir keberadaan penampungan imigran akan berpengaruh terhadapkondusifitas masyarakat.

"Masyarakat menolak keberadaan penampungan Nevada untuk imigran. Mungkin ada anggapan efek samping atau perbedaan adat istiadat," ujar Ketua RW 6 Kelurahan Maharatu, Sucipto.

Dia menjelaskan, perbedaan kebiasaan dan adat istiadat imigran dikhawatirkan membawa dampak negatif bagi masyarakat. Ia mengaku sering mendengar pengaruh negatif akibat keberadaan warga asing tersebut.

"Selalu dengar dari tempat lain, sering terjadi hal tak diinginkan hingga masyarakat trauma," katanya.

Selain di kelilingi rumah warga, di sekitar penampungan Nevada juga banyak rumah kost mahasiswa. Menurut Sucipto, jangan sampai keberadaan imigran mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitarnya.

Hal senada juga disampaikan ketua pemuda setempat, Riki. Menurutnya aksi penolakan dijadikannya Nevada sebagai penampungan imigran disampaikan seluruh RW dan RT di Kelurahan Maharatu.

"Ini bukan dari satu RT saja tapi perwakilan seluruh RT di Kelurahan. Maharatu. Warga tidak terima kehadiran Nevada untuk penampungan. Warga mendengar ada (Imigran) yang menghamili istri orang dan mencuri," jelas Riki.

Dia menjelaskan awalnya penampungan Nevada merupakan kos-kosan bagi mahasiswa maupun pekerja. Akhirnya tempat itu dibeli oleh pihak Nevada dan akan dijadikan penampungan oleh Rudenim Pekanbaru.

Berdasarkan catatan Antara, tercatat sebanyak 1.000 imigran dari berbagai negara konflik di Timur Tengah berada di Riau. Beberapa dari mereka bahkan telah tujuh tahun di Pekanbaru. Hingga kini, para imigran itu belum mendapat kepastian untuk menuju negara ke tiga.

Baca juga: Anak imigran di Pekanbaru sekolah. Ini lokasinya

Baca juga: Ratusan pencari suaka kembali demo kantor IOM di Pekanbaru


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar