Peserta SMN asal DIY disambut asap Karhutla Riau

id SMN, Karhutla, Yogyakarta,SMN Riau, SMN Yogyakarta

Peserta SMN asal DIY saat berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Rabu (14/8/19). (Foto Antarariau/Anggi Romadhoni/19)

Pekanbaru (ANTARA) - Puluhan peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengikuti program besutan Kementerian BUMN disambut kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, Rabu.

Meski begitu, mereka mengaku tidak terkejut dengan kondisi kualitas udara di Bumi Lancang Kuning tersebut karena telah mendapatkan informasi terlebih dahulu sebelum terbang ke Pekanbaru.

"Kami sudah diminta untuk browsing dengan kondisi Riau saat ini. Jadi tidak terlalu kaget," kata Mazuli Darmawan, guru pendamping program SMN asal DIY kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Mazuli mengatakan bahwa dirinya telah berpesan kepada para peserta agar mengurangi aktivitas di luar serta terus menggunakan masker penutup hidung dan mulut. Selain itu, dirinya juga meminta kepada 23 peserta SMN yang akan mengikuti beragam program di Riau selama sepekan mendatang membawa air mineral.

Selain berhadapan dengan kabut asap, dia mengatakan temperatur di Riau juga relatif panas dibanding Yogyakarta. "Suhu di Riau rata-rata mencapai 32 derajat celcius. Tapi kita sudah siapkan semua. Mudah-mudahan tidak ada kendala," kata guru berprestasi DIY itu.

Salah satu peserta SMN asal DIY saat berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Rabu (14/8/19). (Foto Antarariau/Anggi Romadhoni/19)
Aviantika Hasta P, perempuan berusia 16 tahun yang mengenyam pendidikan di SMA N 1 Piyungan, Bantul, yang juga merupakan salah satu peserta SMN mengaku tidak mempermasalahkan kualitas udara di Kota Pekanbaru yang memburuk akibat dikepung asap Karhutla.

Dia mengaku tingginya antusiasme dirinya untuk mempelajari Riau mengalahkan rasa khawatir, meski tetap harus waspada dengan kondisi tersebut.

"Saya sangat senang bisa keliling Riau. Ingin pelajari budaya khas Riau. Dan juga perkebunan sawit yang sangat luas di Riau. Jadi rasanya tidak masalah dengan kualitas udara meski harus tetap waspada," ujarnya.

Sebanyak 23 siswa SMA sederajat, termasuk tiga diantaranya merupakan siswa berkebutuhan khusus asal DIY tiba di Kota Pekanbaru pada Selasa (14/8). Mereka akan berada di Riau selama sepekan mendatang untuk mempelajari budaya, seni, dan kehidupan masyarakat Bumi Lancang Kuning tersebut.

Di hari pertama kegiatan SMN diisi dengan program Bela Negara yang setiap tahun dilaksanakan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Hasta mengaku dihari pertama ini banyak hal yang ia lihat, termasuk helikopter yang lalu lalang membawa ember besar.

"Saya kaget kok ada helikopter terbang rendah bawa seperti ember. Kata teman saya rupanya untuk memadamkan kebakaran," ujarnya tersenyum.

SMN adalah bagian dari program BUMN Hadir Untuk Negeri yang dilakukan setiap tahun dalam rangka lebih memperkenalkan Nusantara kepada pelajar SMA sederajat.

SMN ditujukan untuk menanamkan rasa bangga dan cinta Tanah Air sejak dini kepada siswa SMA/SMK/SLB. Keragaman kekayaan Nusantara dan potensi daerah diperkenalkan melalui interaksi langsung siswa dengan komponen pemerintahan dan masyarakat di provinsi yang dikunjungi.

SMN 2019 di Riau sendiri selenggarakan oleh tiga BUMN yakni PT Hutama Karya, PT Perkebunan Nusantara V dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar