VIDEO - Peserta SMN Yogyakarta melihat proses pengolahan kelapa sawit Riau

id SMN, SMN 2019, SMN Riau, PTPN V

VIDEO - Peserta SMN Yogyakarta melihat proses pengolahan kelapa sawit Riau

PT PN V Sei Buatan di Kabupaten Siak. (Foto Antaranews/Vijay Kantaw/19)

Siak (ANTARA) - Untuk lebih mengetahui proses pengolahan kelapa sawit, PT Perkebunan Nusantara V Sei Buatan mengajak peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 melihat langsung pabrik kelapa sawit di Kabupaten Siak, Riau, Senin (19/8).

Saat itu, 23 peserta SMN 2019 asal DI Yogyakarta didampingi tujuh guru pendamping sangat antusias mengikuti setiap penjelasan.

PTPN V menjelaskan bagaimana pengolahan komoditas kelapa sawit hingga menjadi berbagai produk. Perusahaan milik negara itu memiliki 12 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan total kapasitas olah terpasang sebesar 570 ton Tandan Buah Segar per jam dengan hasil olahan berupa minyak sawit dan inti sawit.

Kemudian untuk mengolah lanjut komoditas inti sawit, perusahaan memiliki satu unit pabrik Palm Kernel Oil dengan kapasitas terpasang sebesar 400 ton inti sawit/hari dengan hasil olahan berupaPalm Kernel Oil (PKO) danPalm Kernel Meal(PKM).

"Oh begini toh pengolahan kelapa sawit di Riau. Aku baru tahu langsung karena pernah beberapa kali mendengar dan jadi pengen bekerja di sini," kata beberapa peserta SMN hampir bersamaan.

Pengelolaan areal tanaman saat ini memasuki peralihan dari siklus tanaman pertama (Gen-1) menuju siklus tanaman kedua (Gen-2). Siklus pertama dimulai pada era tahun 1980-an melalui proyek-proyek pengembangan kebun eks PT Perkebunan (PTP) II, IV dan V di Provinsi Riau. Peralihan dari Gen-1 menuju Gen-2 telah dimulai sejak tahun 2003 yang ditandai denganreplantingareal-areal tanaman usia tua/tua renta yang sudah menurun nilai ekonomis produksinya.

Fase peralihan Gen-1 ke Gen-2 ini tuntas pada tahun 2017. Pada saat itulah, seluruh tanaman Perusahaan merupakan tanaman Gen-2 yang diharapkan lebih produktif dibandingkan Gen-1, sebagai buah dari inovasi berlanjut di bidang budidaya tanaman.
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar