Pemimpin Sri Lanka kritik penyelidikan parlemen atas kasus bom Minggu Paskah

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara,bom minggu paskah,Pemimpin Sri Lanka kritik penyelidikan

Pemimpin Sri Lanka kritik penyelidikan parlemen atas kasus bom Minggu Paskah

Anggota militer Sri Lanka berjaga di sebuah jalan utama di dekat rumah presiden di Kolombo, tiga hari setelah serangkaian serangan bom bunuh diri di gereja dan hotel mewah di seluruh pulau saat Minggu Paskah, di Sri Lanka, Rabu (24/4/2019) (ANTARA FOTO/REUTERS/Dinuka Liyanawatte)

Kolombo (ANTARA) - Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena, Jumat mengkritik penyelidikan kasus pengeboman Minggu Paskah oleh parlemen, sehari setelah testimoni oleh dua sosok penting yang menuduhnya tidak becus menangani keamanan nasional negara.

Serangan 21 April yang diklaim oleh ISIS menewaskan lebih dari 250 orang meskipun badan intelijen India berulangkali telah memperingatkan pihak berwenang Sri Lanka bahwa ada komplotan yang sedang merencanakan serangan.

Baca juga: Jumlah korban jiwa akibat serangan bom di Sri Lanka jadi 359

Komisi Pemilihan Parlemen, yang dipimpin sekutu rival Perdana Menteri Sirisena, Ranil Wickremesinghe, sedang mendalami serangan guna mengindentifikasi kemungkinan penyimpangan yang membuat militan garis keras menargetkan sejumlah hotel dan gereja.

Pada Kamis, Inspektur Jenderal Kepolisian Pujith Jayasundara di hadapan parlemen mengatakan bahwa Sirisena memintanya untuk bertanggung jawab atas serentetan pengeboman. Ia diminta mundur. Namun, Jayasundara menolak untuk meninggalkan jabatannya meskipun dijanjikan jabatan diplomatik sebagai imbalan.

Mantan menteri pertahanan Sri Lanka, Hemasiri Fernando juga memberikan kesaksian pada Kamis, dengan mengatakan presiden menginstruksikan agar Wickremesinghe didepak dari pertemuan dewan keamanan.

Sirisena belum membahas tuduhan tersebut secara terbuka. Juru bicara pun tidak menanggapi permintaan untuk diminta berkomentar tentang mereka.

Pada Jumat, Sirisena mengatakan kepada pejabat kepolisian bahwa ia menentang penyelidikan tersebut.

"Saya tidak menerima komisi pemilihan dan saya tidak akan mengirim anak buah saya untuk komisi tersebut," kata dia sebelum menggelar rapat darurat kabinet pada Jumat malam.

Baca juga: Korban tewas akibat ledakan bom Sri Lanka jadi 290 orang

Baca juga: Teror bom saat perayaan Paskah di Sri Lanka, lebih 20 orang tewas


sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar