Sebagian besar Pemudik di Aceh Barat pilih mudik Lebaran terbang transit Malaysia

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara, pendatang aceh,transit ke malaysia

Sebagian besar Pemudik di Aceh Barat pilih mudik Lebaran terbang transit Malaysia

Sejumlah penumpang sedang berjalan setelah turun dari pesawat terparkir di landasan pacu Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya, Aceh. (Antara Aceh/ Teuku Dedi Iskandar)

Banda Aceh (ANTARA) - Sebagian besar warga pendatang di Aceh Barat yang ingin mudik Lebaran ke daerah asal seperti Jakarta, beberapa kota di Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan lebih memilih penerbangan transit di bandara di negara Jiran Malaysia.

"Sampai saat ini masih banyak warga di Aceh Barat yang bikin paspor agar bisa mudik Lebaran melalui Malaysia, karena selisih harga tiket bisa mencapai Rp1 juta dibanding kalau harus penerbangan transit bandara di dalam negeri," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Meulaboh, Imam Santoso di Meulaboh, Selasa.

Baca juga: Tips mudik. Jangan sembarangan pasang roofbox, pahami dulu aturannya

Harga tiket pesawat di rute domestik dari Aceh Barat ke Jakarta dan sejumlah daerah di Jawa, Sulawesi dan Kalimantan rata-rata di atas Rp2 juta.

Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Meulaboh, Aceh Barat telah menerbitkan dokumen hingga 700 paspor per hari, dibanding saat hari biasa sekitar 500 paspor per bulan.

.

Menurut pengakuan warga pemohon paspor didapati bahwa masyarakat di Aceh lebih senang untuk terbang ke Kuala Lumpur di Malaysia dari Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar.

Lalu mereka bisa melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan seperti di Jakarta, dan rute lain di Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan daerah lainnya di Indonesia.

"Jika mereka menggunakan rute domestik, maka biaya yang harus dikeluarkan pemudik mahal mencapai belasan juta sekali terbang. Belum lagi pemudik membawa anak dan isteri ke kampung halaman," terang Imam.

Manajer Pelayanan dan Operasi Bandara Internasional SIM, Surkani sebelumnya mengutarakan tiga maskapai mengurangi frekuensi terbang di empat rute penerbangan ke bandara setempat akibat minimnya jumlah penumpang di awal Ramadhan tahun ini.

Air Asia terbang tiga kali sehari, tapi mulai awal pekan ini 'cancel' satu 'flight' sampai tanggal 22 (Mei 2019), selain ada Garuda Indonesia, dan Lion Air.

Penerbangan yang berkurang maskapai Air Asia memiliki rute internasional dari Kuala Lumpur-Banda Aceh-Kuala Lumpur nomor penerbangan AK 422/423 sejak 6 Mei 2019 dibatalkan sementara hingga beroperasi kembali pada tanggal 23 Mei tahun ini.

Lalu dua maskapai domestik di antaranya, Garuda Indonesia rute Cengkareng-Banda Aceh mulai tanggal 6 hingga 12 Mei 2019, dan maskapai Lion Air rute Cengkareng-Banda Aceh-Cengkareng mulai 8 sampai 20 Mei 2019, serta rute Kualanamu-Banda Aceh-Kualanamu mulai 9 hingga 20 Mei 2019.

"Setiap tahun di awal Ramadhan, memang kegiatan (seperti) kedinasan di luar kota itu sudah berkurang. Jadi dampak itu (dirasakan maskapai) mungkin," katanya.

Baca juga: Disnaker Riau imbau sejumlah perusahaan sediakan angkutan mudik gratis

Baca juga: Google Maps akan memuat informasi terintegrasi dengan situs info mudik


Pewarta: Muhammad Said

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar