BI: 424 uang palsu ditemukan di Riau

id uang palsu ,uang palsu di riau,bank indonesia,BI Riau,berita riau antara,berita riau terbaru

Ilustrasi uang palsu (Ist)

Pekanbaru (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) menyatakan sebanyak 424 uang Rupiah palsu telah berhasil disita di Provinsi Riau selama tahun 2018.

Berdasarkan data BIProvinsi Riau yang diterima Antara di Pekanbaru, Kamis, uang palsu sebanyak 121 lembar ditermukan pada triwulan IV-2018. Temuan uang tidak asli itu berdasarkan laporan dari masyarakat, perbankan maupun kepolisian.

“Pada triwulan IV-2018 tercatat sebanyak 121 lembar, meningkat 74 lembar atau 157,4 persen dibandingkan triwulan III-2018,” kata Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau, Murdianto.

Ia menjelaskan, selama triwulan IV-2018 uang palsu yang ditemukan terdiri dari 45 lembar menyerupai pecahan Rp100 ribu, 71 lembar Rp50 ribu, empat lembar Rp20 ribu dan selembar Rp10 ribu.

Menurut dia, adanya laporan temuan uang tidak asli oleh masyarakat di Riau dipengaruhi oleh gencarnya upaya kantor BI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengidentifikasi keaslian uang Rupiah. BI secara rutin melakukan sosialisasi terkait metode identifikasi uang asli dengan prinsip 3D (Dilihat, Diraba dan Diterawang).

Selama 2018 BI telah melakukan 13 kali sosialisasi Ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) ke SMK, panti asuhan, perguruan tinggi di Pekanbaru, Dumai dan lainnya. Selain itu, BI juga terus menggencarkan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai.

Ia menambahkan selain BI mengantisipasi peredaran uang palsu, bank sentral tersebut juga terus melaksanakan fungsi memastikan uang kartal yang layak edar di tengah masyarakat. Uang kartal yang rusak dan tidak layak edar telah dimusnahkan, dan tercatat pada triwulan IV-2018 jumlahnya mencapai Rp274 miliar.

Dalam rangka meningkatkan kualitas uang fisik di Riau, BI bekerjasama dengan 48 bank umum untuk menukarkan uang lusuh. Adapun jumlah penukaran uang lusuh selama 2018 mencapai Rp41,54 miliar.

BI meningkatkan frekuensi dan jangkauan kas keliling ke pasar-pasar tradisional dan daerah terpencil yang berpotensi banyak beredar uang lusuh. Hasilnya, selama 2018 total transaksi masyarakt di kas keliling BI mencapai Rp28,88 miliar.

Baca juga: BI Riau imbau masyarakat tidak tukar uang pecahan sembarangan. Begini bahayanya

Baca juga: BI gandeng bank umum buka penukaran uang di Pasar Sail Pekanbaru


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar