Satu dari empat penyelenggara Pemilu Dumai bocor kepala tertimpa tenda

id Kpu dumai, pemilu dumai,KPPS sakit

Proses pemakaman seorang petugas KPPS di TPS 1 Desa Brdeng Sikuran, Kecamatan Inuman, Kab Kuansing, Riau, yang meninggal akibat kecelakaan, sepulang dari pleno PPK. (Foto Humas KPU Riau)

Dumai (ANTARA) - Sebanyak empat petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara di Kota Dumai jatuh sakit saat merekap penghitungan suara tingkat kecamatan, bahkan satu orang mengalami luka bocor di kepala akibat tertimpa besi tenda.

Komisioner KPU Dumai Parno mengatakan, empat petugas jatuh sakit saat bekerja menghitung suara ini yaitu, Nini Astri KPPS TPS 11 Kelurahan Tanjung Palas, Endang Gurita petugas TPS 03 Kelurahan Tanjung Palas, Hazit Kabul anggota KPPS TPS 17 Kelurahan Bukit Datuk dan Pamuji KPPS TPS 30 Kelurahan Rimba Sekampung Dumai.

"Ada empat petugas jatuh sakit, dan satu anggota KPPS di TPS 17 Kelurahan Bukit Datuk bernama Hazit Kabul pada 16 April 2019 pukul 09.00 Wib mengalami insiden tertimpa besi tenda dan mendapat tiga jahitan," kata Parno, Rabu.

SedangkanNini Astrimeskipun dirawat di RS sejak 19 April 2019 tetap bertugas karena harus tanda tangan berita acara, kemudian Endang Gurita diketahui sakit setelah pulang mengantar kotak suara ke kantor kelurahan setempat. SementaraPamujimengalami bengkak dan luka luka di kaki karena tertimpa besi tenda saat membantu membuka tenda TPS.

"Mereka yang jatuh sakit ini kita sudah dijenguk dan kita sampaikan semangat serta ucapan terimakasih atas kerja dan dedikasi selaku penyelenggara," sebut Parno.

KPU Dumai selanjutnya mendata dan melaporkan petugas TPS yang sakit ini kepada KPU Provinsi Riau untuk diteruskan ke KPU RI agar mendapat petunjuk untuk biaya perawatan atau tindak lanjut yang lainnya.

Baca juga: Update terbaru, 6 penyelenggara Pemilu meninggal di Riau

Diberitakan, Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI Viryan Aziz menyebut catatan termutakhir mengenai jumlah petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara yang meninggal dunia saat Pemilu 2019, hingga Selasa (23/4) ada 119 orang petugas meninggal dunia saat bertugas dalam penyelenggaraan pemilu.

"Berdasarkan data kami himpun hingga pukul 16.30 WIB, petugas yang mengalami kedukaan ada 667 orang. Sebanyak 119 meninggal dunia, 548 sakit, tersebar di 25 provinsi," kata Viryan di Jakarta, Selasa (23/4).

Faktor utama petugas sakit dan meninggal dunia karena kelelahan saat harus melakukan penghitungan pada lima jenis surat suara pemilu sekaligus.

Baca juga: Alamak, 8 petugas KPPS dan TPS daerah ini meninggal saat tugas Pemilu
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar