Luka harimau Sumatera yang terjerat kondisinya mulai pulih

id harimau sumatera,harimau terjerat di riau,bbksda riau,harimau luka,restorasi ekosistem Riau

Petugas medis BBKSDA Riau, BKSDA Sumbar dan Yayassn Arsyari / PRHSD melakukan kegiatan rekam medik terhadap harimau Inung Rio yang terjerat, Kamis (28/3/2019). (Foto dok. BBKSDA Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan seekor harimau sumatera(Panthera tigris) yang sebelumnya terluka parah di kaki kiri akibat jerat pemburu kini kondisinya mulai pulih.

"Proses kesembuhan luka jerat menunjukkan progres yang baik, tampak luka mulai menutup dengan kedalaman luka yang mendangkal," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, di Pekanbaru, Jumat.

Baca juga: BBKSDA Riau kesulitan cari jejak harimau Sumatera masuk kampung, Kok bisa?

Ia mengatakan proses karantina harimau liar yang diberi nama Inung Rio itu sudah berakhir. Inung sudah mulai menjalani karantina selama 14 hari sejak 29 Maret hingga 11 April lalu.

Sejauh ini satwa langka itu mulai melakukan aktivitas dan nafsu makannya sudah baik.

Ia mengatakan pengobatan terhadap Inung terus berlanjut.

Diagnosa sebelumnya menyebut, luka InungRio adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh luka terbuka di kaki kiri, dan infeksi organ hepatika atau hati. Soal itu akan dilakukan diagnostik lanjutan untuk memperkuat diagnosa sementara, kata Suharyono.

Sebelumnya, harimau sumatera terjerat di kawasan restorasi ekosistem Riau (RER) yang dikelola PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) di Desa Sangar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, pada Maret lalu.

Harimau jantan yang diperkirakan berusia 3-4 tahun itu terluka parah di kaki depan bagian kirinya.

Untuk proses penanganan lebih lanjut, harimau itu dititipkan ke Pusat Rehabilitasi Harimau sumatera Dhamasraya (PR-HSD) di Sumatera Barat.

Berdasarkan rekam medik dari petugas medis BBKSDA Riau, BKSDA Sumbar dan Yayasan Arsyari/PRHSD, harimau Inung mengalami tiga luka terbuka (laserasi) pada bagian medial kaki kiri.

Luka ini merupakan bagian terparah dengan infeksi stadium tiga, yang telah terbentuk jaringan nekrotik atau jaringan membusuk, dengan diameter luka empat centimeter (Cm) kedalaman tiga Cm.

Saat rekam medik itu tim medis menemukan tumor di harimau sumatera malang itu. Tumor itu terdapat pada bagian mulut rahang bawah, dan akan diperiksa lebih lanjut ke laboratorium apakah tumor ganas atau tumor jinak.

Baca juga: Nasib harimau yang terjerat, infeksi stadium 3 dan mengidap tumor

Baca juga: BBKSDA Riau gelar operasi gabungan bersihkan jerat harimau


Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar