Gubernur Riau Resmikan 3 Proyek Infrastruktur Strategis Senilai Rp721 M

id Peresmian Jembatan Siak IV,peresmian jalan layang pekanbaru,fly over pekanbaru,Jembatan Marhum Bukit

Gubernur Riau Resmikan 3 Proyek Infrastruktur Strategis Senilai Rp721 M

Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim berdoa saat peresmian Jembatan Siak IV, yang kini diberi nama Jembatan Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau bisa juga disebut Jembatan Marhum Bukit, di Pekanbaru, Kamis (14/2/2019). (Foto Nimrod untuk Antara News)

Pekanbaru (Antaranews Riau) - Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim meresmikan tiga proyek strategis yakni Jembatan Siak IV dan dua jalan layang yang nilainya sekitar Rp721,3 miliar, di Kota Pekanbaru, Kamis.

Peresmian berlangsung di tengah jembatan tersebut saat hujan deras mengguyur Pekanbaru. Turut hadir dalam acara tersebut di antara Ketua DPRD Riau Septina Primawati, Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT, tokoh adat hingga mantan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Gubenur Riau Wan Thamrin Hasyim mengatakan, pembangunan Jembatan Siak IV, Jembatan Layang Simpang SKA dan Simpang Pasar Pagi Arengka merupakan salah satu program strategis dan program prioritas dalam mengatur arus dan juga mengatasi kemacetan di Kota Pekanbaru. Menurut dia, ketiga proyek infrastruktur itu dibangun untuk menjawab tantangan dan keluhan masyarakat Kota Pekanbaru yang semakin berkembang.

“Pembangunan Jembatan Siak IV ini sebenarnya telah dimulai beberapa tahun yang lalu, yakni dimulai dari tahun 2009 dengan program ‘multi years’. Alhamdulillah pembangunan Jembatan Siak IV ini pun dapat kita selesaikan pada tahun ini,” katanya.

Total dana pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar Rp483,68 miliar.

Baca juga: 24 Truk Berjejer di Jembatan Siak IV, Ada apa ya?

Arsip foto. Kementrian Pekerjaan Umum bersama tim dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) melakukan uji beban atau load test dengan cara menyusun sebanyak 24 unit mobil damtruk bermuatan pasir di jembatan Siak IV Pekanbaru, Riau, Jumat (8/2/2019). ANTARA FOTO/Rony Muharrman


Ia mengatakan Jembatan Siak IV diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau bisa juga disebut Jembatan Marhum Bukit. Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah merupakan Sultan ke-4 Kerajaan Siak Sri Indrapura, yang bergelar Marhum Bukit.

“Ini merupakan keputusan bersama dari unsur adat dan tokoh masyarakat yang dibentuk dalam tim kecil dengan keputusan Gubernur Nomor Kpts. 458/II/2019. Semoga jembatan ini menjadi sebuah ikon baru Provinsi Riau dan menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Melayu Lancang Kuning," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Riau, Dadang Eko Purwanto, menambahkan tujuan dari pembangunan Jembatan Siak IV adalah untuk mengimbangi pesatnya perkembangan Kota Pekanbaru Wilayah Utara, dimana Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan jalan protokol, terhalang oleh aliran sungai Siak, sehingga perlu jalan penghubung wilayah Pekanbaru Kota dengan wilayah Pekanbaru Utara.

Baca juga: Sebelum Jembatan Siak IV diresmikan, DPRD Riau panggil Dinas PUPR

Pembangunan Jembatan Siak IV dimulai pada Tahun Anggaran 2009 pada masa Gubernur Riau HM Rusli Zainal, dengan nilai kontrak sebesar Rp9.396.062.016. Pada Tahun Anggaran 2010 pelaksanaan fisik dilanjutkan dengan nilai kontrak sebesar Rp16.938.180.631.

Pelaksanaan pekerjaan selanjutnya dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak atau “multi years” (2010-2013) dengan nilai kontrak sebesar Rp348.138.463.522. Namun, pada masa Gubernur Riau dijabat Annas Maamun proyek itu dihentikan pada 2014 karena dinilai Annas infrastruktur itu tidak bermanfaat dan hanya menguntungkan orang kaya yang punya mobil.

Annas Maamun tidak lama menjadi gubernur karena terjerat kasus korupsi. Proyek Jembatan Siak IV dilanjutkan lagi oleh Arsyadjuliandi Rachman yang menggantikan Annas sebagai Gubernur Riau. Setelah sempat vakum, pelaksanaan pembangunan Jembatan Siak IV dilanjutkan dengan kontrak Multiyears (2017-2018) dengan nilai sebesar Rp109.218.379.982.

Dadang menjelaskan Jembatan Siak IV memiliki total panjang jembatan 800 meter, dengan konstruksi “Steel Deck Girder” yang memiliki 14 titik kabel di bagian hulu dan hilir. Tinggi Pylon jembatan 75 meter dengan jenis konstruksi beton.

Dua Jembatan Layang

Sementara itu, total dana untuk pembangunan dua jembatan layang yang diresmikan mencapai sekitar Rp237,63 miliar. Dadang menjelaskan proyek Jembatan Layang Simpang Pasar Pagi Areng dimulai tanggal 16 Maret 2018, dengan penambahan waktu 37 hari kalender, sehingga selesai tanggal 31 Januari 2019.

Nilai kontraknya sebesar Rp78.384.222.000 bersumber dari dana APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2018.

Data Teknis Jembatan Layang Simpang Pasar Pagi Arengka, yakni panjangnya 401,36 meter, bentang utama 115 meter, lebar jembatan layang 9 meter.

Sementara itu, Jembatan Layang Simpang SKA memiliki panjang 700 meter, bentang utama 82,5 meter, lebar jembatan layang 18 meter. Masa pelaksanaan pembangunan Jembatan Layang Simpang SKA dimulai tanggal 12 Maret 2018, dengan penambahan waktu 60 hari kalender, sehingga selesai dikerjakan pada tanggal 19 Februari 2019.

Nilai kontrak Jembatan Layang Simpang SKA adalah sebesar Rp159.255.854.000 dengan sumber dana APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2018.

“Semoga dengan adanya ketiga infrastruktur ini akan dapat mendukung program-program pemerintah Provinsi Riau di masa mendatang,” katanya.

Baca juga: Anggota DPRD Riau: Hujan Hambat Progres Pembangunan Dua Flyover

Baca juga: Pembangunan "Flyover" Simpang Mal SKA Masih Tersangkut Masalah Asministrasi