ASITA: Pariwisata Riau Kekurangan Kegiatan Dan Suvenir

id asita pariwisata, riau kekurangan, kegiatan dan suvenir

ASITA: Pariwisata Riau Kekurangan Kegiatan Dan Suvenir

Istimewa

Pekanbaru,(Antarariau.com) - Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies atau ASITA Provinsi Riau mengungkapkan bahwa pariwisata daerah setempat bisa dikatakan masih kekurangan kegiatan dan suvenir sehingga butuh keseriusan dari pemerintah untuk memfasilitasinya.

"Seperti Wali Kota di Yogyakarta yang mengimbau kepada kelurahan untuk buat iven setiap akhir pekan. Ini bisa dicoba Walikota Pekanbaru untuk menyuruh kelurahan membuat iven setiap pekan," kata Ketua ASITA Riau, Dede Firmansyah di Pekanbaru, Minggu.

Lebih jauh dia mengatakan kalau masih susah tiap kelurahan, bisa dicoba di kecamatan atau di tempat-tempat keramaian. Sekarang di Pekanbaru ini, lanjutnya orang ramai setiap akhir pekan tapi tak terarah.

Dia mencontohkan salah satunya bisa di Rumah Singgah Tuan Kadi yang kental dengan arsitektur Melayu yang posisinya di bawah Jembatan Siak III. Dulunya rumah itu merupakan tempat peristirahatannya Sultan Siak dan sekarang sudah dilengkapi pula dengan taman di sampingnya mengahadap Sungai Siak.

Namun saat ini tampak seperti tidak hidup karena jarangnya aktivitas di sana sehingga kadang terlupakan bahwa itu peninggalan sejarah. Untuk membuatnya hidup, Dede menyarankan ada dibuat iven reguler di sana.

"Ada Rumah Singgah Tuan Kadi, itu kosong, tak ada yang menempati. Padahal bisa dimanfaatkan Jumat atau Sabtu malam. Minimal sekali sebulan, komunitas yang suka musik bisa diarahkan ke sana supaya lebih hidup," ujarnya.

Bahkan di sana juga sudah ada kios berdagang yang difasilitasi perbankan, namun juga tidak dimanfaatkan. Untuk itu perlu diperhatikan aspek penting pariwisata lainnya yakni souvenir dan buah tangan.

"Kita masih kurang souvenir, kalau Bandung Jogja itu mulai pagi dari hotel sudah ada orang jualan baju, souvenir atau gantungan kunci maupun di tempat pariwisatanya," ungkapnya.