Asita Riau sambut vaksinasi COVID-19 jadi angin segar kebangkitan pariwisata

id vaksin covid,vaksin sinovac,covid riau,pariwisata riau,berita riau antara,berita riau terbaru

Asita Riau sambut vaksinasi COVID-19 jadi angin segar kebangkitan pariwisata

Seorang anggota komunitas badut menunggu wisatawan di Istana Sultan Siak, Kota Siak Sri Indrapura, Riau, Senin (4/1/2021). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/rwa

Pekanbaru (ANTARA) - Asosiasi pelaku bisnis tur dan pariwisata di Provinsi Riau berharap pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dalam waktu dekat menjadi awal kebangkitan sektor pariwisata, yang nyaris lumpuh akibat pandemi sejak 2020.

"Memang Provinsi Riau termasuk daerah tinggi untuk kasus Covid-19, semoga di tahun 2021 ini dengan adanya vaksinasi bisa menjadi langkah awal untuk kita kembali bangkit dan sektor pariwisata Riau kembali mendunia," kata Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Riau, Julfiyantodi Pekanbaru, Selasa.

Menurut dia, sejak pandemi terjadi pada 2020, sektor pariwisata nasional, termasuk di Riau, masih mengalami penurunan yang erlihat dari merosotnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata (Dispar) Riau, jumlah kunjungan wisatawan Nusantara ke Provinsi Riau yang ditargetkan tahun 2020 mencapai 7.510.965 orang, hanya terealisasi sebanyak 2.384.032 orang.

Sementara untuk jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang ditargetkan pada 2020 sebanyak 177.707 orang, hanya terealisasi sebanyak 67.599 orang.

Karena itu, ia menilai vaksin COVID-19 di Indonesia menjadi angin segar bagi sektor pariwisata di Riau. Ia berharap vaksin juga dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk kembali berwisata di daerah berjuluk "Bumi Melayu Lancang Kuning" itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Riau, Roni Rakhmat mengatakan diawal tahun 2021 ini sektor pariwisata di Riau sudah kembali dikunjungi wisatawan. Hal itu dibuktikan saat adanya libur Tahun Baru 2021. Menurut dia, sejumlah objek wisata Riau dikunjungi oleh wisatawan nusantara, yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat dan Jambi.

"Ada beberapa tempat wisata di Provinsi Riau yang dominan dikunjungi wisatawan seperti objek wisata yang ada di Kabupaten Siak, Kampar dan Kota Pekanbaru," katanya.

Namun, ia mengingatkan meskipun sudah ada vaksin COVID-19, protokol kesehatan harus tetap dilakukan hingga virus Corona benar-benar berakhir.

"Sepanjang COVID-19 belum berakhir, berwisata di Riau tetap mematuhi protol kesehatan sebagai langkah untuk memutus mata rantai penularan virus," ujarya.

Pemprov Riau pada Selasa (12/1) telah mendistribusikan 15.240 ampul vaksin COVID-19 jenis Sinovac ke tiga Daerah. Untuk tahap awal pendistribusian dilakukan ke tiga Kabupaten Kota, yakni Kabupaten Kampar 2.400 ampul, Kabupaten Pelalawan 1.800 ampul, dan Kota Pekanbaru 11.040 ampul.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir menuturkan, untuk sembilan Kabupaten Kota di Riau lainnya, akan menyusul kembali setelah vaksin tahap kedua, dari pemerintah pusat tiba di Riau, mulai Rabu (13/1) besok. Vaksin di tahap ke dua tersebut sebanyak 22 ribu dosis vaksin.

"Nanti berikutnya baru sembilan Kabupaten Kota lainya, sesuai dengan arahan dari pusat tiga Kabupaten Kota. Tahap awal tiga daerah ini, karena daerah Ibukota Provinsi dan penyangganya. Besok Insya Allah datang untuk tahap kedua, dikirim hari ini, sekitar 22.840 dosis vaksin," demikian Mimi.

Baca juga: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno kunjungi Labuan Bajo

Baca juga: Begini strategi Sandiaga untuk pengembangan pariwisata di tahun 2021

Baca juga: Pengamat: Sandiaga Uno harapan bagi sektor pariwisata ke depan
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar