Ringankan Beban Korban Bencana Gempa Sulteng, Pekanbaru Galang Sampah Bernilai Ekonomi Bantu Palu

id ringankan beban, korban bencana, gempa sulteng, pekanbaru galang, sampah bernilai, ekonomi bantu palu

Ringankan Beban Korban Bencana Gempa Sulteng, Pekanbaru Galang Sampah Bernilai Ekonomi Bantu Palu

Ilustrasi

Pekanbaru,(Antarariau.com)-Pemerintah Kota Pekanbaru lewat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menginisiasi penggalangan sampah bernilai ekonomi dari masyarakat untuk disumbangkan bagi korban bencana yang menimpa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

"Kami menggugah hati masyarakat Indonesia untuk mengulurkan bantuan agar meringankan beban para korban bencana dengan menginisiasi program tagar #SedekahDariSampah," kata Sekretaris DLHKPekanbaru, Elmawati Sahar di Pekanbaru, Minggu.

Dia menjelaskan DLHK dalam program menguangkan hasil sumbangan sampah dari masyarakat akan bergandengan dengan empat bank sampah induk setempat.

"Ada pun empat bank sampah induk yang ikut terlibat itu adalah Bank Sampah Tuan Di Bangarna (TDB), Bank Sampah Dalang Collection, Bank Sampah Bukit Hijau Berlian, dan Bank Sampah Berlian Labuai," tutur Elmawati.

Menurut dia, tagar #SedekahDariSampah, merupakan program yang mengajak masyarakat memilah-milah sampah, lalu menabungnya di bank sampah, hingga akhirnya nanti dapat dikonversi menjadi uang.

Jika sebelumnya uang yang dihasilkan dari tabungan bank sampah akan masuk ke rekening nasabah bank sampah, untuk kali ini hasil tabungan tersebut akan dialihkan menjadi sumbangan kepada korban bencana di Palu dan Donggala.

Ia menilai ada dua hal yang menjadi tujuan besar dari program #SedekahDariSampah ini. Pertama, membantu meringankan beban korban bencana di Palu dan Donggala. Kedua, mengedukasi masyarakat bahwa sampah ini ketika diolah selain menjaga lingkungan, juga dapat menghasilkan uang.

"Niat awal kita tentu untuk membantu meringankan korban yang ada di Palu dan Donggala. Kalau kita melakukan penggalangan dana seperti biasa, sebenarnya bisa dan tentu lebih praktis. Tapi, melalui program #SedekahDariSampah ini kita juga ingin mengenalkan program bank sampah kepada masyarakat Pekanbaru," ujar Elmawati.

Dengan harapan, setelah program #SedekahDariSampah ini berakhir, masyarakat dapat termotivasi untuk menjadi nasabah bank sampah karena sadar sampah dapat menjadi uang, jika kita lebih peduli pada lingkungan.

DLHK, tambah Elmawati, menargetkan beberapa pihak yang diharapkan dapat mendukung program #SedekahDariSampah ini. Di antaranya nasabah tetap dari empat bank sampah induk di Pekanbaru, Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD), sekolah adiwiyata/non-adiwiyata, dan masayarakat umum.

Seperti diketahui, bank sampah adalah suatu tempat pengumpulan sampah kering dan bersih yang telah dipilah-pilih sesuai dengan jenisnya dan dibawa oleh nasabah bank sampah dari rumah/ instansinya.

Sampah-sampah yang ada di bank sampah nantinya akan didaur ulang menjadi produk kerajinan yang kreatif oleh para pengurus bank sampah. Nasabah bank sampah dapat mengambil uang hasil tabungan bank dalam jangka waktu tertentu.

Sementara itu berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejauh ini mencatat korban tewas akibat gempa 7,4 skala richter dan tsunami yang meluluhlantakkan Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah hingga Kamis (4/10/2018) mencapai 1.424 orang.

"Perinciannya di Donggala 144 orang, di Palu 1.203 orang, Sigi 64 orang, Parigi Moutong 12 orang, dan Pasangkayu Sulawesi Barat 1 orang," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada media.