Kebocoran Pipa Gas Tidak Ganggu Produksi Blok Rokan

id kebocoran pipa, gas tidak, ganggu produksi, blok rokan

Kebocoran Pipa Gas Tidak Ganggu Produksi Blok Rokan

Pekanbaru (Antarariau.com) - Insiden kebocoran pipa gas milik PT Chevron Pacific Indonesia di Provinsi Riau dipastikan tidak sampai mengganggu produksi lapangan minyak Duri di Blok Rokan yang merupakan lapangan minyak terbesar di Indonesia.

"Alhamdulillah api sudah bisa dipadamkan, dan dikonfirmasi tidak ada efek kepada sumur minyak atau tidak ada penurunan produksi," kata Kepala Departemen Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Haryanto Syafri kepada Antara di Pekanbaru, Selasa.

Haryanto menyatakan kepastian hal ini setelah menerima laporan dari Chevron selaku kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di Blok Rokan.

Ia mengatakan pihak kontraktor terus melakukan upaya perbaikan terhadap fasilitas pipa yang rusak. "Chevron sedang persiapan penggantian ruas pipa yang terbakar," katanya.

Haryanto menjelaskan gas tersebut berasal dari fasilitas Chevron di Sebanga menuju Mindai lalu ke Duri yang digunakan untuk menyuplai gas di turbin pembangkit listrik.

Sebelumnya, sempat ada kekhawatiran efek dari insiden kebocoran pipa gas itu berdampak pada pompa minyak yang menggunakan listrik dari pembangkit Chevron.

Ia menjelaskan, proses pemadaman api dan penutupan kebocoran gas membutuhkan waktu cukup lama karena tekanan gas cukup tinggi. Proses penyumbatan harus diawali dengan menutup suplai gas dari bagian hulu di Sebanga dan hilirnya di Mindai. Kemudian sisa gas yang ada di pipa harus ditunggu sampai tekanannya mengecil untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Sebelumnya, Senior Vice President PGPA Chevron Yanto Sianipar, dalam pernyataan pers kepada Antara di Pekanbaru, Senin, mengatakan Tim tanggap darurat PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) bergerak secara cepat untuk menangani kebocoran pipa penyalur gas di Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, pada Minggu (16/9). Setelah dilakukan penutupan aliran gas, lanjutnya, api berhasil padam sepenuhnya pada sekitar pukul 23:50 WIB.

Kegiatan perbaikan sementara pipa juga telah selesai pada Senin dini hari, 17 September 2018, sekitar pukul 03.30 WIB. Kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan selamat.

"Kami akan melanjutkan perbaikan pipa secara permanen dengan mengganti bagian pipa yang telah rusak. Tidak ada korban jiwa maupun cedera akibat kejadian ini," katanya.

Sementara itu, Polres Bengkalis telah menangkap pelaku penyebab kebocoran pipa gas milik PT Chevron. Pelaku merupakan operator alat berat, berinisial JPT (23) yang sedang mengerjakan proyek pembangunan jembatan di lokasi tersebut. Selain itu, polisi juga menyita satu unit alat berat merek Cobelco.

Lapangan Duri merupakan bagian dari Blok Rokan yang masih dikelola oleh Chevron hingga 2021.

Berdasarkan catatan SKK Migas produksi minyak siap jual Rokan pada semester I 2018 sebesar 771.000 barel per hari (bph), sedangkan porsi produksi Rokan mencapai mencapai 207.148 barel.

Blok Rokan yang memiliki luas wilayah 6.264 kilometer persegi yang merupakan ladang minyak terbesar di Indonesia, yang berlokasi di Provinsi Riau.

Terdapat dua lapangan minyak raksasa di Blok Rokan, yakni Minas dan Duri. Lapangan Minas yang telah memproduksi minyak hingga 4,5 miliar barel sejak mulai berproduksi pada 1970-an. Pada masa jayanya, produksi minyak Lapangan Minas pernah menembus angka 1 juta bph. Lapangan tua ini masih bisa menghasilkan minyak sekitar 45.000 bph.

Sementara itu, Lapangan Duri berlokasi di Kabupaten Bengkalis, yang secara administrasi masuk Kecamatan Mandau. Lapangan ini punya kandungan minyak mentah unik yang dikenal dengan nama Duri Crude.

***1***

(T.F012)