Pekerja Kabur, Polres Kuansing Bakar Dompeng PETI Ilegal

id pekerja kabur, polres kuansing, bakar dompeng, peti ilegal

Pekerja Kabur, Polres Kuansing Bakar Dompeng PETI Ilegal

Kuantan Singingi, (Antarariau.com) - Tim Polres Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau kembali membakar dompeng rakit penambang emas ilegal atau dompeng, yang beroperasi diwilayah setempat dan dinilai merusak lingkungan.

" Polres tidak akan tebang pilih dalam operasi pemberantasan PETI," kata Kapolres Kuantan Singingi AKBP Fibri Karpiananto melalui Kepala Bagian Humas AKP Lumban G Toruan di Teluk Kuantan, Kamis.

Ia mengatakan, tim yang diturunkan ke Kenegerian Kari Kuantan Tengah berhasil menahan dan membakar sembilan rakit yang dinilai merusak lingkungan, pekerja berhasil kabur. dengan operasi yang digelar tersebut diharapkan semua warga Kuansing jera dan tidak lagi melakukan berbagai aktivitas ilegal.

Pihak Polres selama ini dalam melakukan operasi tidak pernah gagal, berbagai upaya dilakukan namun masih ada masyarakat yang beraktivitas, menunjukan rendahnya kesadaran masyarakat memahami tujuan pelarangan PETI dalam mencari rezeki melalui usaha yang tidak mengantongi izin.

" Himbauan untuk tidak melakukan kegiatan ilegal sudah disampaikan," sebutnya.

Humas Polres AKP Lumban G Toruan, menyebutkan kesembilan buah rakit dompeng yang dibakar dan dimusnahkan tersebut, pada saat pelaksanaan Operasi Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), di wilayah hukum Polres Kuansing agar kegiatan tidak bisa lagi dilakukan warga.

" Operasi PETI yang dipimpin Kasat Sabhara AKP Afrizal SH, M.Si, dan Kanit Dalmas Ipda Febri H beserta 10 personel Sat Sabhara, berhasil membakar dan memusnahkan peralatan usaha ilegal tersebut," terangnya.

Menurutnya, operasi PETI ini berada di Desa Kari Kecamatan Kuantan Tengah, karena dinilai telah meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan, personel Sat Sabhara Polres Kuansing melakukan patroli di jalan Simpang 3 Koto Kari, lebih kurang 10 Km dan ditemukan 9 unit rakit/dompeng PETI yang sedang beroperasi.

Namun sangat disayangkan, saat sampai di TKP, semua pekerja melarikan diri ke dalam kebun karet dan sawit warga, dan tidak bisa mengejarnya lagi, berikut Barang Bukti (BB) yang diamankan juga nihil, rakit yang ditinggalkan langsung dimusnahkan. ***2***