Dampak Gempa Lebak di Bogor, 342 Rumah 6 Kecamatan Rusak

id dampak, gempa lebak, di bogor, 342 rumah, 6 kecamatan rusak

 Dampak Gempa Lebak di Bogor, 342 Rumah 6 Kecamatan Rusak

Bogor (Antarariau.com) - Sebanyak 342 kepala keluarga di enam kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat terdampak gempa Lebak, getaran gempa merusak sejumlah rumah dengan kondisi rusak berat, ringan hingga sedang.

Berdasarkan data "assesment" PMI Kabupaten Bogor, Rabu, enam kecamatan yang terdampak gempak yakni Kecamatan Megamendung, Kecamatan Caringin, Kecamatan Cijeruk, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya, dan Kecamatan Tanggung.

Berikut rincian data sementara kerusakan yang terjadi masing-masing kecamatan, di Kecamatan Megamendung tercatat 50 tumah rusak berat di Desa Kuta, tujuh rumah rusak ringan, total ada 57 kepala keluarga yang terdampak getaran gempa.

Di Kecamatan Caringin tercatat ada dua desa yang terdampak yakni Desa Srogol satu rumah rusak berat, dan Desa Pasirmuncang ada empat rumah rusak berat, total ada lima kepala keluarga yang terdampak.

Selanjutnya 10 rumah rusak ringan di Desa Lebakwangi, Kecamatan Cigudeg. Satu rumah rusak berat di Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk. Dua rumah rusak berat di Desa Sukajaya Kecamatan Sukajaya.m

Kerusakan cukup banyak terjadi di Kecamatan Nanggung, ada tujuh desa yang terdampak dengan jumlah KK cukup banyak di Desa Malasari sebanyak 132 kk, Desa Bantar Karet 50 KK, Desa Parakan Muncang 3 KK, Desa Catur Bitung 63 KK, satu KK di Desa Sukalaya dan Desa Pangkaljaya.

"Untuk kerusakan bangunan di Kecamatan Nanggung masih dalam proses assesment petugas di lapangan," kata Ayi Ali Zabidin, petugas Posko PMI Kabupaten Bogor.

Gempa berkekuatan 6,4 skalarichter yang terjadi Selasa (23/1) di Lebak Banten, sekitar pukul 13.34 WIB dirasakan hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Dampak cukup besar dirasakan di enam kecamatan, tercatat 342 KK, 1.716 jiwa di enam titik kecamatan mengalami kerusakan.

"Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan bangunan. Sebagian warga yang rumahnya rusak diungsikan, ada yang diposko dan ada di rumah keluargannya," kata Ayi.

Ayi mengatakan tim PMI masih terus melakukan pendataan di lapangan, data sewaktu-waktu dapat berubah seiring hasil pendataan relawan PMI di lapangan.