RS Indonesia-Palestina manfaatkan tempat parkir rawat korban serangan Israel

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,RS Indonesia

RS Indonesia-Palestina manfaatkan tempat parkir rawat korban serangan Israel

Presedium MER-C Indonesia Farid Thalib memberikan keterangan pers terkait Rumah Sakit Indonesia-Palestina, di Jakarta, Senin (6/11/2023) (ANTARA/M Riezko Bima Elko P)

Jakarta (ANTARA) - Organisasi kerelawanan medis Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) melaporkan Rumah Sakit (RS) Indonesia - Palestina memanfaatkan tempat parkir kendaraan dan halaman untuk merawat para korban kekerasan serangan militer Israel di Gaza.

Presidium MER-C Indonesia Farid Thalib di Jakarta, Senin, mengatakan, banyaknya jumlah korban yang terus berdatangan membuat manajemen RS Indonesia harus memanfaatkan tempat di luar ruangan.

Kapasitas keterisian ruangan di RS Indonesia

maksimal dalam keadaan darurat sebanyak 800 orang dengan tempat tidur sebanyak 235 unit.

"Sementara informasi terbaru jumlah yang dirawat terus bertambah, hingga di tempat parkir RS Indonesia saat ini sudah mencapai hampir mencapai 5.000 orang termasuk pengungsi," kata Farid.

MER-C Indonesia mengkonfirmasi 60-80 persen dari jumlah korban yang dirawat di RS Indonesia terdiri dari anak-anak dan perempuan yang mengalami luka-luka sedang hingga serius.

Dia menjelaskan, jumlah pasien yang terus bertambah ini tak lepas dari keberadaan RS Indonesia yang menjadi satu-satunya tempat pelayanan kesehatan andalan, khususnya di Gaza Utara.

Pemerintah Indonesia memberikan perhatian yang konsisten, pada Minggu (5/11) menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak tujuh ton peralatan kesehatan bagi warga Palestina yang menjadi korban dalam konflik di Gaza.

Bantuan alat-alat kesehatan itu di antaranya alat-alat yang mencakup emergency kit untuk kebutuhan bedah minor, dan makanan untuk ibu hamil dan anak berusia di bawah lima tahun.

"Termasuk pakaian untuk para tenaga kesehatan dan dua unit mesin cuci yang juga dibutuhkan RS Indonesia," kata Farid.

Disamping keandalan pelayanan medis yang terus ditingkatkan antara Pemerintah Indonesia-Palestina, Farid menyebutkan, keamanan rumah sakit juga harus dipastikan atas alasan kemanusiaan.

Hal ini dikarenakan manajemen RS Indonesia di Gaza mengakui sudah diserang dan dibom oleh militer Israel sejak awal Oktober 2023, yang mengakibatkan dua orang pekerja meninggal dunia.

Baca juga: Bantuan kemanusiaan Indonesia untuk warga Gaza telah tiba di Mesir

Baca juga: Dubes Palestina bangga atas kontribusi Indonesia kirim bantuan ke Gaza