Pemkab Kupang terus mendata jumlah korban bencana gempa bumi

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, gempa bumi

Pemkab Kupang terus mendata jumlah korban bencana gempa bumi

Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur Ayodhia Kalake (kedua dari kiri) berkunjung ke Kabupaten Kupang, Jumat (3/11/2023) untuk melihat secara langsung dampak gempa bumi di daerah itu. (ANTARA/HO-Prokompim Setda Kabupaten Kupang)

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga saat ini masih terus melakukan pendataan terhadap korban gempa bumi di daerah setempat yang terjadi pada Kamis (2/11).

"Data korban pasti bertambah karena pendataan korban bencana gempa bumi masih dilakukan di desa-desa yang terdampak gempa bumi," kata Bupati Kupang Korinus Masneno di Kupang, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu terkait dengan data korban gempa bumi dengan magnitudo 6,6 pada Kamis (2/11), pukul 05.04 Wita itu, di daerah setempat.

Gempa bumi yang melanda Kabupaten Kupang berdampak terhadap 14 kecamatan dengan jumlah warga yang menjadi korban saat ini tercatat 520 orang, tersebar di 27 desa dan kelurahan.

"Jumlah ini masih sementara karena pemerintah desa di semua kecamatan masih melakukan identifikasi data kerusakan akibat gempa," kata dia.

Pihaknya segera menetapkan status darurat bencana di Kabupaten Kupang guna mempermudah pemerintah dalam menangani dampak gempa tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang, tercatat 27 desa di 14 kecamatan terdampak gempa bumi dengan jumlah warga yang menjadi korban 520 jiwa.

Dalam peristiwa itu, 104 rumah warga serta 11 fasilitas umum, seperti sekolah dan gereja, serta 29 gedung perkantoran pemerintah rusak.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi di kedalaman 10 kilometer dan lokasi di 24 kilometer tenggara Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT.

Baca juga: BMKG: Gempa bumi magnitudo 6,3 di Kupang menimbulkan kerusakan ringan

Baca juga: Gempa bumi tewaskan 2.053 orang, Afghanistan minta bantuan