Korsel, China, Jepang hari ini gelar perundingan bahas KTT trilateral

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, KTT Trilateral

Korsel, China, Jepang hari ini gelar perundingan bahas KTT trilateral

Arsip - PM China Li Qiang (kiri), Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol (tengah) dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida saat menghadiri KTT ke-26 ASEAN-Plus Three di Jakarta, Rabu (6/9/2023). (ANTARA FOTO/Media Center KTT ASEAN 2023/Rommy Pujianto/foc)

Seoul (ANTARA) - Korea Selatan, China dan Jepang pada Selasa menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk mendiskusikan kerja sama tiga arah dan menjajaki kemungkinan dilanjutkannya pertemuan puncak (KTT) para pemimpin mereka yang telah lama terhenti.

Pertemuan trilateral antara pejabat senior yang digelar di Seoul mempertemukan Wakil Menteri Luar Negeri Korsel Chung Byung-won, Wakil Menteri Luar Negeri senior Jepang Takehiro Funakoshi, dan asisten menteri luar negeri China Nong Rong.

Pada Senin, Chung menggelar perundingan bilateral terpisah dengan rekannya dari Jepang dan China tersebut. Sementara, Menteri Luar Negeri Korsel Park Jin juga bertemu dengan Chung, Funakoshi dan Nong pada hari sebelumnya.

Park meminta para pejabat itu untuk "bekerja sama secara erat" dan "membuahkan hasil nyata, yang akan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh rakyat di ketiga negara."

Pertemuan puncak tiga arah di antara ketiga negara bertetangga itu - yang pertama kali digelar pada Desember 2008 - telah ditangguhkan sejak 2019 menyusul perselisihan antara Korsel dan Jepang mengenai keputusan kompensasi kerja paksa dan juga akibat pandemi.

Perundingan tentang perlunya menghidupkan kembali diplomasi KTT tripartit mengemuka setelah mencairnya hubungan antara Seoul dan Tokyo setelah dimulainya pemerintahan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol pada Mei tahun lalu.

Sebagai ketua mekanisme kerja sama trilateral saat ini, Korsel telah berupaya menawarkan diri menjadi tuan rumah KTT tersebut pada tahun ini.

Baca juga: Menkeu Jepang dan Korsel bertemu lagi setelah absen selama tujuh tahun

Baca juga: Korsel nilai Jepang dalam era ini sudah berubah dari agresor jadi mitra


Sumber: Yonhap/OANA