DPRD Riau dorong pelaksanaan pasar murah atasi kenaikan harga beras

id Dprd Riau, beras, pasar murah,Beras riau mahal, beras riau

DPRD Riau dorong pelaksanaan pasar murah atasi kenaikan harga beras

Zulfi Murzal. (ANTARA/Diana S)

Pekanbaru (ANTARA) - DPRD Riau berencana memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau untuk membahas kenaikan harga beras berapa hari ini.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Riau Zulfi Mursal di Pekanbaru, Kamis, mendorong Pemerintah Provinsi Riau untuk membuat langkah penting, salah satunya menggelar pasar murah dengan harga yang lebih terjangkau.

"Kita juga sudah berencana mengundang rapat dinas terkait, bagaimana mencari solusinya. Kalau untuk menekan harga memang sulit, tapi setidaknya bisa dilakukan pencegahan terhadap oknum yang melakukan penimbunan," kata Zulfi.

Zulfi Mursal menyebutkan kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di Riau, tapi juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Kondisi ini juga melanda daerah lumbung beras seperti di Karawang, Jawa Barat.

Di Karawang, kata dia, biasa menghasilkan 800 ton per tahun itu juga mengalami kenaikan harga, termasuk juga di kabupaten lain di Indonesia.

"Ini disebabkan oleh menurunnya produksi. Kita lihat banyak daerah-daerah penghasil beras itu, terjadi penurunan produksi. Sebagian terkena masalah cuaca. Sehingga panen tidak sesuai dengan yang diharapkan," kata Zulfi.

Untuk di Riau, pasokan beras juga datang dari daerah luar, lanjutnya, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Lampung. Dampak dari produksi yang menurun, tentu akan berdampak kepada masyarakat.

"Pemerintah sebenarnya melalui Bulog sudah menyiapkan seluruhnya, untuk menjaga ketersediaan beras. Cuma belum bisa menekan persoalan harga. Kalau masalah ketersediaan, Insya Allah tahun ini mencukupi," kata dia.

Cuma, lanjut Zulfi, untuk masalah harga ini belum bisa ditangani oleh pemerintah. Ia berharap Pemprov untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bulog.

"Mungkin bisa melakukan operasi pasar untuk menangani persoalan harga beras. Ketersediaan beras di Bulog bisa disebarkan kepada masyarakat. Persoalannya bukan pada harga, tapi memang produksi berkurang," kata Zulfi. (Adv)