Anjing Liar di Kuantan Singgigi Resahkan Warga

id anjing liar, di kuantan, singgigi resahkan warga

Pekanbaru, (antarariau.com) - Anjing liar yang jumlahnya terus bertambah di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, meresahkan warga setempat karena khawatir penyakit rabies bila binatang itu mengiggit.

"Kami meminta kepada aparat terkait untuk dapat mengatasi keberadaan anjing liar karena belakangan jumlahnya terus bertambah," kata Musman (42), warga Desa Muara Langsat, Kecamatan Benai, Kuantan Singingi dihubungi, Rabu.

Dia mengatakan, anjing liar itu datang bergerombolan dan pada waktu tertentu mendatangi perkampungan penduduk mencari sisa makanan dalam bak sampah.

Menurut dia, ketika diusir karena menimbulkan bau busuk, maka anjing liar itu kemudian berupaya untuk menyerang warga.

Pihaknya berharap aparat terkait untuk dapat mengatasi keberadaan anjing liar tersebut karena bila dibiarkan jumlahnya akan terus bertambah.

Pekan lalu, katanya, ada warga yang digigit anjing liar itu, kemudian badan korban menjadi panas dingin lalu dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan bantuan medis.

Namun kekhawatiran keberadaan anjing liar itu juga dirasakan Karsirun (37), warga Desa Pulau Mungkur, Kecamatan Gunung Toar dan Jasmin Muhdin (40), penduduk Desa Bedeng Sikuran, Kecamatan Inuman.

Bahkan mereka berharap petugas Dinas Peternakan Pemkab Kuantan Singingi untuk dapat mengatasi masalah anjing liar tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Pemkab Kuantan Singingi, Masri AS di tempat terpisah membenarkan anjing liar berkeliaran di berbagai kecamatan.

Menurut Masri, pihaknya sudah mendapatkan laporan tentang keberadaan anjing liar karena dianggap mengganggu, kadang binatang itu datang bergerombolan datang ke rumah penduduk.

Padahal sebelumnya, keberadaan anjing liar juga menganggu warga di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu.

Selain itu, anjing liar kadang tiba-tiba muncul dari balik hutan dan jumlahnya mencapai 12 hingga 15 ekor mendatangi perkampungan penduduk.