Dampak COVID-19, separuh layanan kereta Stockholm di Swedia dibatalkan karena kekurangan staf

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, Swedia

Dampak COVID-19, separuh layanan kereta Stockholm di Swedia dibatalkan karena kekurangan staf

Seorang pria yang mengenakan masker menunggu kereta di stasiun kereta pusat di saat pandemi COVID-19 di Stockholm, ibu kota Swedia, pada 3 November 2020. (Xinhua/Wei Xuechao)

Jakarta (ANTARA) - Separuh dari total layanan kereta yang dijadwalkan melakukan perjalanan ke dan melalui Stockholm, Swedia, akhir pekan ini telah dibatalkan karena kekurangan staf yang parah.

"Administrasi Transportasi Swedia belum pernah membatalkan begitu banyak keberangkatan karena masalah kesehatan yang dialami para staf, meskipun pandemi telah berlangsung selama dua tahun," kata Bengt Olsson, staf media lembaga transportasi Swedia tersebut dalam siaran pers pada Jumat (28/1).

Pembatalan itu berdampak terhadap seluruh layanan kereta, baik itu untuk kereta jarak jauh, kereta komuter dan kereta barang setidaknya sampai Minggu (30/1) pagi.

Baca juga: Indonesia dan Swedia sepakati kerja sama ekonomi biru

Karena Stockholm merupakan pusat penting untuk lalu lintas kereta api, pembatalan itu juga akan memengaruhi tujuan di utara dan selatan kota tersebut.

Olsson tidak merinci alasan banyaknya cuti sakit yang dialami para staf. Tetapi varian Omicron mendatangkan malapetaka di negara itu, memengaruhi layanan penting yang stafnya sedang cuti sakit atau dikarantina karena anggota keluarganya terinfeksi.

Agar layanan tetap beroperasi, pemerintah pekan lalu mengumumkan aturan baru, termasuk pengecualian karantina untuk individu-individu yang tidak divaksinasi pada layanan fungsi kerja utama yang ditentukan oleh Badan Kontingensi Sipil.

Seorang penumpang yang mengenakan masker turun dari kereta bawah tanah di Stockholm, Swedia, pada 10 Februari 2021. (Xinhua/Wei Xuechao)

Jumlah kumulatif infeksi yang terkonfirmasi di antara 10,4 juta populasi Swedia melampaui 2 juta pada Kamis (27/1). Sementara itu, kurangnya kapasitas tes mengindikasikan tidak semua kasus telah terdeteksi dan Badan Kesehatan Masyarakat mengatakan jumlah asli infeksi mingguan baru saat ini sekitar setengah juta.

Meskipun penyebaran COVID-19 meningkat, pihak berwenang pada Rabu (26/1), mengatakan sebagian besar pembatasan mungkin akan dicabut pada 9 Februari mendatang karena mereka memperkirakan jumlah infeksi baru akan turun secara signifikan pada saat itu.

Baca juga: Swedia belum mewajibkan pakai masker saat kematian COVID-19 tembus 7 ribu

Pewarta: Xinhua