Amerika Serikat perkirakan 62.000 kematian akibat COVID-19 dalam empat pekan mendatang

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, COVID-19

Amerika Serikat perkirakan 62.000 kematian akibat COVID-19 dalam empat pekan mendatang

Warga mengantre untuk melakukan tes COVID-19 di Washington DC, Amerika Serikat pada Rabu (5/1/2022). (Xinhua/Ting Shen)

Jakarta (ANTARA) - Sebuah perkiraan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebutkan bahwa lebih dari 62.000 orang di negara itu dapat meninggal akibat COVID-19 selama empat pekan ke depan.

Jumlah kematian akibat COVID-19 baru yang dilaporkan kemungkinan akan meningkat selama empat pekan ke depan, dengan 10.400 hingga 31.000 korban jiwa baru kemungkinan dilaporkan dalam pekan yang berakhir pada 5 Februari, menurut perkiraan yang dipublikasikan CDC pada Rabu (12/1).

"Perkiraan saat ini mungkin tidak sepenuhnya memperhitungkan kemunculan dan penyebaran cepat varian Omicron atau perubahan pelaporan selama masa liburan, dan harus diinterpretasikan dengan hati-hati," kata CDC.

Baca juga: Wah, dua kasus Omicron ditemukan di Tianjin China

Amerika Serikat pada Selasa (11/1) melaporkan hampir 3.000 tambahan korban jiwa akibat COVID-19, rekor tertinggi baru sejak pertengahan Februari 2021, berdasarkan data CDC.

Jumlah harian kematian akibat COVID-19 meningkat dalam beberapa pekan terakhir di AS saat varian baru Omicron mendorong lonjakan baru dalam jumlah kasus dan rawat inap sejak awal Desember 2021.

Amerika Serikat mencatatkan lebih dari 1.600 kematian akibat COVID-19 setiap harinya, menurut data CDC.

Baca juga: Vaksinasi Pekanbaru capai 99 persen, sisakan 8.000 anak sekolah lagi

Baca juga: COVID membuat Liga Inggris di ujung tanduk


Penerjemah: Xinhua

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2022