Pedagang Beralih Jual Terompet Tahun Baru

id pedagang beralih, jual terompet, tahun baru

Pekanbaru, (antarariau.com) - Sejumlah pedagang sayur di Kota Pekanbaru, Riau beralih profesi menjadi penjual terompet untuk memanfaatkan momen pergantian tahun 2013.

"Biasanya saya jualan jagung bakar, tapi sekarang berganti jualan terompet mumpung mau tahun baru," kata seorang penjual terompet, Ida (50), Senin.

Ida merupakan satu dari puluhan penjual terompet tahun baru yang banyak ditemukan di tepi jalan di Kota Pekanbaru. Menurut dia, para penjual terompet hampir semuanya adalah pedagang musiman yang berjualan hanya menjelang Hari Natal dan Tahun Baru.

Menurut Ida, momen menyambut Natal dan tahun baru sangat dinanti karena pada saat itu bisa menghasilkan banyak Rupiah dari berjualan terompet.

Bermodalkan kayu panggul, ia menjajakan berbagai macam terompet dari ukuran kecil hingga besar. Terompet dari bahan kertas dan plastik dijualnya dengan harga berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000 per buah.

"Semoga tahun ini banyak rezeki," ujarnya.

Kebanyakan pedagang berjualan terompet hingga larut malam sekitar pukul 23.00 WIB. Target pembelinya ialah pengendara yang melintas di jalan.

Ida mengaku terompet yang dijualnya berasal dari perajin di daerah Kulim, Pekanbaru.

"Saya ambil dulu, nanti setelah laku dijual baru disetorkan uangnya," kata Ida yang mengaku sudah 10 tahun menjadi penjual terompet musiman.

Seorang pedagang lainnya, Nira (25), juga memanfaat momen menyambut Natal dan tahun baru untuk mendapatkan untung. Padahal, biasanya Nira berjualan cakram lagu dan film di tepi jalan.

Ia mengatakan sudah lima hari terakhir penjualan cukup laris.

"Kalau pedagang berharap saat tahun baru tidak turun hujan, supaya dagangan habis terjual," kata Nira.

*kontributor Panji, mahasiswa UIN Suska Riau