WHO: Amerika Latin masih terlalu dini cabut pembatasan COVID-19

id Berita hari ini,berita riau terbaru, berita riau antara, corona

WHO: Amerika Latin masih terlalu dini cabut pembatasan COVID-19

Dokter Luciana Souza dan perawat Edson dos Santos berbincang saat beristirahat di halaman rumah sakit, yang disiapkan untuk merawat pasien terinfeksi virus corona (COVID-19), di Guarulhos, Sao Paulo, Brazil, Selasa (12/5/2020). (ANTARA/REUTERS/Amanda Perobelli/TM/aa.)

Brasilia (ANTARA) - Amerika Latin telah mulai melanjutkan kehidupan sosial dan publik yang normal padahal pandemi COVID-19 masih membutuhkan langkah pengendalian besar, kata direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Carissa Etienne, Rabu (16/9).

Kasus virus corona di daerah perbatasan Kolombia dengan Venezuela telah meningkat sepuluh kali lipat dalam dua minggu terakhir, kata Etienne.

Baca juga: Langgar PSBB, sembilan perusahaan dan 40 rumah makan di Jaktim ditutup selama 3x24 jam

Ia membeberkan data itu dalam pengarahan virtual dari Washington dengan para direktur Organisasi Kesehatan Pan-Amerika.

Tingkat kematian meningkat di beberapa bagian Meksiko, dan kecenderungan serupa terlihat di Ekuador, Kosta Rika dan Bolivia, juga di beberapa wilayah di Argentina, katanya.

"Meskipun seluruh dunia berlomba mengembangkan alat baru untuk mencegah dan menyembuhkan COVID-19, vaksin aman dan efektif yang dapat diproduksi dan dikirim dalam skala besar masih belum tersedia," kata Etienne.

"Kita harus jelas bahwa membuka diri terlalu dini memberi virus ini lebih banyak ruang untuk menyebar dan menempatkan penduduk kita pada risiko yang lebih besar. Lihat apa yang terjadi Eropa," katanya.

Etienne mengatakan pemerintah negara-negara harus memantau perjalanan dengan sangat hati-hati karena membuka kembali pariwisata dapat menyebabkan kemunduran.

Keadaan seperti itu sudah terlihat di Karibia. Di kawasan itu, beberapa negara yang sebelumnya hampir tidak memiliki kasus mengalami lonjakan COVID-19 ketika pariwisata dilanjutkan.

Menurut hitungan Reuters, Amerika Latin telah mencatat sekitar 8,4 juta kasus virus corona dan lebih dari 314.000 kematian. Kedua angka itu merupakan yang tertinggi di kawasan mana pun.

Baca juga: 6 warga Bengkalis kembali positif COVID-19

Baca juga: Kegiatan uji coba vaksin COVID-19 AstraZeneca di AS masih ditunda


Sumber: Reuters

Penerjemah: Tia Mutiasari