104 warga binaan Lapas Klas II A Tembilahan bebas lebih awal. Kok bisa?

id Kasi Pembinaan Anak Didik, Sukur,Lapas Kelas II A Tembilahan, Inhil, Tembilahan, Covid-19, corona, covid-19 inhil, corona inhil

104 warga binaan Lapas Klas II A Tembilahan bebas lebih awal. Kok bisa?

Kasi Pembinaan Anak Didik, Sukur saat menandatangani berkas warga binaan yang mendapatkan asimilasi dan integrasi. (Adriah)

Indragiri Hilir (ANTARA) - Sebanyak 104 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, akan menghirup udara segar setelah mendapat asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan COVID-19 dari Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia.

Kepala Lapas Klas II A Tembilahan melalui Kasi Pembinaan Anak Didik, Sukurdi Tembilahan, Jumat, mengutarakan sampai saat ini sudah 68 warga binaan yang bebas berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tahun 2020.

"Total semua ada 104 orang yang terdiri dari dua warga binaan wanita dan 102 pria yang mendapatkan asimilasi dan integrasi," sebutnya.

Dia mengatakan kategori yang mendapatkan asimilasi dan integrasi tidak berlaku bagi para warga binaan tindak pidana korupsi, narkoba, ilegal loging dan teroris.

"Yang menerima asimilasi dan integrasi ini pidana umum yang telah menjalani hukuman dua per tiga hingga 31 Desember 2020," sebutnya.

Baca juga: 15 napi Lapas Bengkalis bebas lebih cepat langsung sujud syukur, begini sebabnya

Saat ini Lapas Klas II A Tembilahan terus menyiapkan berkas-berkas warga binaan yang mendapatkan asimilasi dan integrasi. "Kami terus gesa, tanggal 7 April ini semua harus sudah rampung," kata Dia.

Sebelum menjalankan asimilasi, para warga binaan tersebut terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Lapas Klas II A Tembilahan.

Dia juga mengatakan bahwa narapidana yang mendapatkan asimilasi dan integrasi ini akan tetap mendapatkan pemantauan oleh pihak Lapas dan Polres Inhil.

"Pemantauan akan terus kita lakukan oleh Lapas maupun Kepolisian. Kan kami sudah memiliki data lengkap mereka," ujarnya.

Dengan adanya asimilasi dan integrasi ini, Dia mengutarakan bahwa para warga binaan Lapas sangat merasa bahagia. "Tentu mereka merasa lega dengan adanya asimilasi dan integrasi ini," sebutnya.

Baca juga: Sidang perkara pidana secara video daring di Lapas Tembilahan

Baca juga: Napi terorisme penyerang Mapolda Riau dipindah ke Lapas Tembilahan


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar