
11 kabupaten/kota di Riau sudah tetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi

Pekanbaru, (ANTARA) - Sebanyak 11 kabupaten/kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana hidrometeorologi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung menyusul wilayah setempat memasuki musim hujan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal menyampaikan 11 daerah tersebut, di antaranya Kabupaten Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Siak, Kuansing, Kampar, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Pelalawan, Kota Pekanbaru, dan Dumai.
"Sedangkan daerah yang belum menetapkan status siaga adalah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Kita juga sudah mendorong agar pemerintah setempat segera menetapkan status yang sama, sehingga ketika terjadi sesuatu yang tak diinginkan kita lebih mudah melakukan koordinasi," katanya di Pekanbaru, Rabu.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir agar tetap waspada, memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat jika situasi memburuk.
"Kami terus memantau perkembangan di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan banjir. Kami juga sudah meminta daerah ketika terjadi bencana banjir agar segera melapor, dan jika membutuhkan bantuan segera menyampaikan agar kami bisa langsung turun ke lokasi bencana," katanya.
Salah satu kabupaten yang telah terjadi banjir, yakni Inderagiri Hilir dan telah disalurkan bantuan oleh BPBD Damkar Riau. Bantuan logistik itu di antaranya gula 50 kilogram, minyak goreng 60 liter, mi instan 50 kadus, sarden 96 kaleng, pampers 50 kemasan, kain sarung 20 lembar, selimut 50 lembar, matras 25 lembar, dan terpal 20 lembar.
Bantuan dari Dinas Sosial Riau juga ada, meliputi makanan anak 56 paket, tenda keluarga empat unit, kasur 65 lembar, tenda gulung 40 lembar, selimut 50 lembar, family kit 70 paket, kidsware 16 paket, peralatan dapur keluarga 25 paket, beras belida 2.000 Kg, mi instan 200 kadus, gula pasir 200 kg, dan minyak goreng 200 liter.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

