Bakal dipakai untuk Car Free Night, begini konsep Jalan Muzzafarsyah Siak

id Car free night siak,Pariwisata siak,Pariwisata riau,Pedestrian,Berita riau antara,Berita riau terbaru

Bakal dipakai untuk Car Free Night, begini konsep Jalan Muzzafarsyah Siak

Suasana Jalan Muzzafarsyah di Siak saat malam hari.(ANTARA/HO-Pemkab Siak)

Siak, Riau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Siak berencana menggelar kegiatan Car Free Night (CFN), di Kawasan Pedestrian di Jalan Sultan Muzaffar Syahsebagai ruang ketiga bagi masyarakat saling bersosialisasi sekaligus mendukung industri ekonomi kreatif lokal.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Budhi Yuwono, Selasa mengungkapkanini merupakan salah satu konsep dan inovasi untuk mendukung kemajuan pariwisata Kabupaten Siak. Dengan adanya ini diharapkan para wisatawan akan bermalam di Kota Siak.

"Kita juga ingin memberikan dukungan bagi tumbuh kembangnya kreatifitas anak-anak muda dalam menunjukkan bakatnya," katanya.

Anak-anak muda Negeri Istana berekspresi baik dalam berkesenian maupun dalam hal pengembangan kewirausahaan. Karena rencananya nanti, dalam kegiatan itu juga disediakan ruang untuk menjajakan aneka kuliner bagi para pengunjung.

Konsep kegiatannya diantaranya panggung hiburan, atraksi kesenian, sekaligus ruang sosialisasi bagi warga kota termasuk diantaranya para wisatawan. Lokasinyadi sepanjang jalur yang kurang lebih 1 kilometer diatur zona-zonanya.

"Ada area kuliner dan jajanan khas Siak, area penjualan souvenir dan cenderamata. Jadi memberikan kenyamanan bagi para pengunjung untuk menikmati jajanan sambil melihat penampilan berbagai bentuk kesenian," terangnya.

Kawasan pedestrian Sultan Muzaffar Syah Road atau Jalur Hijau Kota Siak, rampung pengerjaan revitalisasinya oleh Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman Siak akhir tahun lalu. Sekarang hampir setiap malam ramai didatangi para pengunjung yang sekedar hendak berfoto dan bersantai bersama keluarga dan teman.

Jalur pedestrian dengan anggaran sekitar Rp8 miliar ini menghubungkan antara dua Hutan Kota Arwinas dan Balai Kayang II. Panjangnya lebih kurang 900 meter dengan lebar tiga meter dijalur kanan dan 1,5 meter di jalur kiri lengkap dengan jalur pemandu bagi penyandang disabilitas. Serta dilengkapi tiga pedestrian plaza dengan lebar lima meter.

Baca juga: Cap Go Meh di Siak akan ada pawai tatung, begini keunikannya

Baca juga: Festival Kota Pusaka Nusantara di Siak datangkan UNESCO dan Wali Kota Eropa

Baca juga: Revitalisasi Tangsi Belanda Siak tuntas, nuansa kolonial dan "sunset" memanjakan mata
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar