Cap Go Meh di Siak akan ada pawai tatung, begini keunikannya

id tatung,imlek,cap go meh,pariwisata siak,pariwisata riau,psmti

Cap Go Meh di Siak akan ada pawai tatung, begini keunikannya

arsip foto. Dua Tatung melakukan atraksi usai memohon doa restu di Vihara Surga Neraka, Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (18/2/2019). Para tatung mendatangi vihara guna memohon doa restu kepada para dewa sebelum melakukan atraksi di jalanan Kota Singkawang saat perayaan Cap Go Meh pada Selasa (19/2). ANTARA FOTO/Reza Novriandi/jhw

SIAK, (ANTARA) - Warga Tionghoa Siak akan merayakan Cap Go Meh pada Sabtu tanggal 8 Februari mendatang dengan menggelar sejumlah kegiatan, diantaranya dengan Pawai Tatung yang merupakan sebuah ritual pembersihan kota atau jalan-jalan dari roh jahat.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada hari ke-15 kita mendatangkan artis Tionghoa asal Malaysia dan Jakarta. Pada siangnya kita adakan pawai Tatung," kata Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Siak Harvianto Acuan, di Siak, Selasa.

Pawai Tatung menurutnya akan dilakukan di depan Klenteng Hock Siu Kong, Siak. Pesertanya nanti akan dirasuki roh-roh selama pawai berlangsung diiringi oleh Barongsai Naga.

Selain itu, sambungnya Pawai Tatung ini bisa juga diikuti oleh suku lain dari mana saja. Hal ini katanya demi kebersamaan dan keterbukaan warga Tionghoa pada suku lainnya.

Pawai Tatung dikatakannya bisa menjadi iven budaya bagi perkembangan wisata Siak. Pasalnya ini sudah terlaksana secara budaya sejak ratusan tahun lamanya dan warga Tionghoa dari berbagai daerah datang ke Siak untuk mengikui pawai tatung dan malam penutupan Imlek.

"Ini yang membuat Siak lebih istimewa dibanding daerah lain pada hari Cap Go meh. Kegiatan ini sudah menjadi agenda sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu," kata dia.

Oleh karena itu, ia mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Siak melalui dinas pariwisata agar bisa masuk agenda wisata. Sebab dua hari sebelum Cap Go Meh akan banyak warga Tionghoa daerah lain datang ke Siak, sekarang saja banyak minta dipesankan kamar hotel.

"Selama ini kegiatan hanyalah swadaya kami warga Tionghoa di Siak. Kami yakin sekali jika Pawai Tatung dan malam Cap Go Meh didukung oleh Pemkab Siak, maka akan seramai Bakar Tongkang atau setidaknya seramai Perang Air di Meranti," ungkap dia.

Baca juga: Melihat atraksi "Kiu" saat Imlek di Sungai Pakning

Baca juga: Berikut ragam pernak-pernik Imlek yang paling dicari di tahun Tikus Logam

Baca juga: Permintaan atraksi barongsai di Pekanbaru meningkat untuk Imlek. Begini tarifnya
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar