Pria ber-KB di Riau masih minim. Ini alasannya

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara, KB

Pria ber-KB di Riau masih minim. Ini alasannya

Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, Agus Putro Proklamasi. (ANTARA/Sherley Gucci)

Pekanbaru (ANTARA) - Kantor BKKBN Perwakilan Provinsi Riau mencatat sepanjang tahun 2019 keikutsertaan pria ber-KB di daerah itu hanya mencapai 41 orang atau masih rendah dari target ditetapkan sepanjang tahun yang sama sebanyak yang ditetapkan 178 akseptor.

"Partisipasi kaum laki-laki dalam mengikuti program Keluarga Berencana (KB) di Provinsi Riau masih rendah lebih dipicu faktor kultur atau budaya serta pemahaman tentang KB, " kata Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, Agus Putro Proklamasi di Pekanbaru, Kamis.

Menurut dia, rendahnya partisipasi pria di daerah itu untuk ber-KB juga terkait minimnya infrormasi dan edukasi serta sosialisasi terkait Medis Operasi Pria (MOP), padahal Medis Operasi Pria (Vasektomi) adalah suatu tindakan untuk membatasi keturunan dalam jangka waktu yang tidak terbatas.

Program ini, katanya, bisa dilakukan atas permintaan pasangan suami istri secara sukarela dan MOP adalah suatu tindakan untuk membatasi keturunan dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Sedangkan kendala di Riau terkait MOP juga belum ditemukannya tokoh masyarakat yang bisa didekati dan diyakini menjadi panutan atau sebagai "mercusuar" penyampai pesan.

"Oleh karena itu saya minta bupati dan wali kota untuk menunjuk tokoh masyarakat yang nantinya perannya diharapkan bisa membujuk pria untuk bisa ikut ber-KB melalui program MOP itu," katanya.

Selain itu, hal yang menjadi kendala rendahnya partisipasi pria ber-KB juga adanya pemikiran bahwa laki-laki yang ber-KB menjadi tidak perkasa padahal justru sebaliknya seperti yang pernah diutarakan seorang istri (pasangan suami istri anggota dewan suatu daerah, red) bahwa suaminya makin "perkasa" saat melakukan hubungan suami istri setelah memasang MOP itu.

Agus menyebutkan, bahwa kini tercatat enam dokter spesialis urologi khusus menangani program MOP berasal dari RS Arifin Achmad Pekanbaru, Fakultas Kedokteran UNRI, dan beliau itu juga pengajar sehingga butuh kesepakatan bersama kapan dokter terkait bisa mendampingi dokter umum untuk melakukan operasi untuk program MOP itu.

Selain itu, kini BKKBN Perwakilan Riau juga menggiatkan pelatihan dan pendampingan bagi dokter umum (telah mendapatkan sertifikat, red) oleh dokter spesialis MOP atau MOW seperti dokter yang dilatih di Inhil oleh dokter spesialis MOP itu sebagai upaya untuk menyegarkan kembali pelatihan yang pernah dilalui oleh dokter umum dalam tindakan operasi MOP tersebut. Untuk operasi MOP bisa dilakukan di RS Prima Pekanbaru.

Berdasarkan data BKKBN Riau, tercatat 41 pria ber-KB tahun 2019 tersebar di Kabupaten Kampar sebanyak dua pria, Inhu sebanyak tujuh orang, Bengkalis sebanyak tujuh orang, Pelalawan sebanyak 13 orang, Pekanbaru sebanyak dua orang dan Kota Dumai sebanyak delapan orang.

Baca juga: BKKBN Riau luncurkan logo baru tarik minat millenial pahami program KKBPK

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar