ASN Pemprov Riau positif narkoba dilantik jadi pejabat, ini tanggapan BNN

id BNN, Syamsuar, Riau,pejabat narkoba,pejabat riau narkoba

ASN Pemprov Riau positif narkoba dilantik jadi pejabat, ini tanggapan BNN

Pelantikan pejabat di lingkup Provinsi Riau oleh Wagub Riau Edy Natar Nasution, Selasa (7/1/2020). (ANTARA/HO-Pemprov Riau)

Ia memerintahkan Kepala BKD Riau, Ikhwan Ridwan, segera mencopot dan mengganti pejabat sudah dilantik tersebut dengan pejabat lain. 
Pekanbaru (ANTARA) - Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution murka saat mengetahui ada seorang oknum aparatur sipil negara yang dilantik bersama 737 lainnya menjadi pejabat eselon III dan IV positif narkoba.

Lantas bagaimana Badan Narkotika Nasional (BNN) Riau menanggapinya?

BNNProvinsi Riau membenarkan bahwa cukup banyak pegawai dan ASN Pemerintah Provinsi Riau yang positif menyalahgunakan narkoba.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Riau AKBP Haldun di Pekanbaru, Rabu, mengatakan sedikitnya 59 pegawai terdiri dari ASN dan honorer positif menyalahgunakan narkoba.

"Kemarin (kita temukan) ada yang positif, 59 orang," kata

Jumlah itu merupakan akumulasi tindakan pemeriksaan urine rutin yang dilakukan sebanyak lima kali sejak 2019 lalu.

Namun Haldun enggan berkomentar lebih jauh. Dia mengatakan tugas BNN hanya sebatas melakukan pemeriksaan, sementara identitas para pegawai positif narkoba itu diserahkan ke pemerintah provinsi.

"Kita dari BNN hanya menyerahkan nama-namanya ke Pemprov, nanti tindakannya dilakukan oleh Pemprov sendiri. Pemrov sendiri yang evaluasi. Namun sebelum kita serahkan (ke Pemprov), kita asesmen dulu apakah pemakai pemula, aktif dan lainnya," ujarnya.

Haldun juga enggan membuka nama-nama para pegawai yang terjerat penggunaan barang haram tersebut. Dia mengatakan telah menyerahkan data itu ke Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution.

Secara keseluruhan, Haldun menjelaskan telah memeriksa 2.000 pegawai Pemerintah Provinsi Riau yang dilakukan secara bertahap sejak 2019. Langkah itu dilakukan untuk pemberantasan narkoba menindaklanjuti instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2018 serta surat edaran Menteri Dalam Negeri.

Temuan 59 pegawai yang positif narkoba itu menguatkan adanya ASN yang ikut dilantik bersama 737 orang lainnya sebagai pejabat eselon III dan IV Pemprov Riau, pekan lalu, Selasa, 7 Januari 2020.

Temuan pejabat positif narkoba itu diungkapkan langsung Wakil Gubernur Riau, EdyNatar Nasution, Selasa kemarin (14/1).

Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution murka dan berang dengan lolosnya ASN yang menjadi pejabat tersebut.

Dilantiknya pejabat positif narkoba menambah daftar panjang kontroversi pelantikan pejabat eselon III dan IV Pemprov Riau sarat dengan politik dinasti.

Mulai dari menantu Gubernur Riau, Syamsuar, dua ajudannya, termasuk istri, abang, adik dan ajudan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid.

Edy Natar Nasutionyang juga mantan Danrem 031/Wira Bima ini menjelaskan, usai mendapatkan informasi tersebut, langsung memerintahkan Kepala BKD Riau, Ikhwan Ridwan, segera mencopot dan mengganti pejabat sudah dilantik tersebut dengan pejabat lain.

Ia tidak menginginkan ada ASN positif narkoba diberikan jabatan.

"Saya suda minta BKD untuk menindaaklanjutinya. Saya minta itu segera digantikan. Masih banyak ASN Pemprov Riau yang kompeten dan bisa bekerja profesional," kata Wakil Gubernur Edy Natar.

Baca juga: Ini pernyataan BKD Riau usai polemik sejumlah famili Gubernur dilantik jadi pejabat

Baca juga: Usai dilantik, DPRD Riau sebut tak ingin dengar OPD bekerja lamban

Baca juga: Menteri PANRB sudah panggil Gubernur Riau terkait pelantikan pejabat


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar