PLN buka pintu Waduk PLTA Koto Panjang akibat banjir Sumbar, begini penjelasannya

id PLN Riau,PLTA koto panjang,pembukaan pintu waduk plta koto panjang,berita riau antara,berita riau terbaru

PLN buka pintu Waduk PLTA Koto Panjang akibat banjir Sumbar, begini penjelasannya

PLTA Koto Panjang di Kampar, Riau (ANTARA/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - PT PLN (Persero) terpaksa membuka pintu Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, akibat bertambahnya debit air karena pengaruh banjir dan intensitas hujan yang meningkat di daerah hulu di Sumatera Barat (Sumbar).

"Kalau di daerah hulu (Sumbar) sudah banjir, kita terpaksa harus buka pintu air," kata GM PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara, Bambang Iswanto di Pekanbaru, Selasa.

Waduk PLTA Koto Panjang menampung air dari Sungai Kampar yang hulunya berada di Sumbatera Barat (Sumbar). Ketika debit air sudah melebihi ketinggian yang aman untuk daya tampung waduk, PLN kerap membuka pintu pembuangan air menuju Sungai Kampar.

"Pada hari ini kita tambah pembukaan pintu air pada jam 10 pagi dan jam tiga sore," katanya.

Hal itu mengakibatkan meningkatnya debit air ke Sungai Kampar yang kerap menimbulkan banjir di daerah tersebut. Karena itu, Bambang mengatakan pembukaan pintu air dilakukan PLN dengan secermat mungkin dan langsung menginformasikannya kepada pemerintah daerah serta masyarakat.

"Itu memang kita harus jaga keseimbangan air yang masuk dan yang keluar. Kondisi normal untuk menjalankan tiga generator butuh air 600 meter kubik per jam, tapi semalam pukul satu sudah mendekati 2.000 meter kubik per jam. Ini harus diimbangi dengan melakukan pembukaan pintu air bertahap," katanya.

Menurut dia, PLN sudah memiliki sistem deteksi dini dan tidak sembarangan membuka pintu air waduk PLTA karena disepanjang daerah aliran Sungai Kampar banyak penghuni dan keramba-keramba ikan. Pemberitahuan dilakukan kepada seluruh pemangku kebijakan mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat hingga ke media massa.

Berdasarkan data PLN, pada pukul 10.00 WIB dilakukan pembukaan dua pintu air setinggi 60 centimeter (cm). Total ada lima pintu pelimpah yang sudah dibuka setinggi masing-masing 60 cm. Dampaknya adalah terjadi kenaikan permukaan air Sungai Kampar berksiar 60-80 cm.

Kemudian pada pukul 15.00 WIB, PLN menambah pembukaan tinggi lima pintu air menjadi 80 cm. Dampaknya adalah kenaikan permukaan air sungai 30 hingga 50 cm dari kondisi terakhir.

Baca juga: Waspada, tiga wilayah di Riau ini dalam ancaman banjir

Baca juga: Sejumlah daerah di Solok Selatan, Sumatera Barat kembali diterjang banjir

Baca juga: Pasca-Banjir Rohul, ACT-MRI Riau bantu pelayanan kesehatan
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar