Sejumlah kawanan gajah liar rusak empat rumah warga

id Berita hari ini, berita riau antara,Berita riau terkini,gajah liar

Sejumlah kawanan gajah liar rusak empat rumah warga

Dokumentasi - Kawanan gajah liar. (gajah)

Banda Aceh (ANTARA) - Sejumlah kawanan gajah liar dilaporkan merusak empat unit rumah warga di kampung (desa) Pantanlah, kecamatan Pintu Rime Gayo, kabupaten Bener Meriah, Selasa.

Camat Pintu Rime Gayo, Edi Irwansyah Putra mengatakan selain merusak rumah warga kawanan gajah liar tersebut juga merusak lahan pertanian dan perkebunan milik warga setempat. "Ada empat rumah beserta isinya hancur berantakan, tapi tidak menimbulkan korban jiwa," kata Edi.

Baca juga: BBKSDA Riau pantau pergerakan gajah liar yang keluar habitat akibat karhutla

Dia menjelaskan keempat rumah warga yang menjadi korban rumah dirusak gajah liar tersebut yakni rumah Miswar, Agus, Ahmad, dan rumah Sulaiman. Mereka semua tercatat sebagai warga kampung Pantanlah.

Menurut dia, peristiwa kawanan gajah liar memasuki wilayah perkampungan warga kerap terjadi di desa tersebut dan bahkan sebagian besar wilayah kecamatan Pintu Rime Gayo.

"Karena itu warga diharapkan untuk terus waspada dan berhati-hati guna menghindari adanya korban jiwa jika sewaktu-waktu kawanan gajah liar kembali memasuki wilayah perkampungan warga," kata di.

Sementara itu, pemerintah kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Sosial langsung menyalurkan bantuan masa panik untuk keempat kepala keluarga pemilik rumah yang mengalami kerusakan tersebut.

Penyaluran bantuan berupa sandang pangan langsung dilakukan pihak Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Kami dari BPBD dan Dinsos kabupaten Bener Meriah langsung terjun ke lokasi sekaligus memberikan bantuan sandang pangan kepada warga yang tertimpa musibah," kata Sekretaris Dinas Sosial Bener Meriah, Saidi Nurdin.*

Baca juga: Konflik gajah liar di Riau meningkat dua kali lipat, ini rinciannya

Baca juga: 13 Gajah Liar Rusak Kebun Kelapa Warga Pekanbaru, ini dampaknya


Pewarta : Khalis Surry

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar