Masyarakat Inhu mulai kekurangan air bersih

id Masyarakat mulai kekurangan air bersih,inhu mulai kekeringan, warga kesulitan air bersih

Masyarakat Inhu mulai kekurangan air bersih

Suasana Kota Pematangreba di Inhu. (ANTARA).

Rengat (ANTARA) - Masyarakat di sejumlah KabupatenIndragiri Hulu, Riau, mulai kekurangan air bersih untuk berbagai kebutuhan sehari - hari akibat musim kemarau panjang.

"Kami mulai merasakan minimnya air untuk kebutuhan keluarga. Dan berharap ada bantuan dari pemerintah" kata warga Indragiri Hulu,Helina (40) di Pematang Reba, Sabtu.

Helina mengatakan, dampak kemarau penjang membuat sengsara bagi masyarakat, selain diselimuti kabut asap mengakibatkan terganggunya kesehatan juga sumur air sudah kering, akibatnya pengeluaran keluarga semakin tinggi setiap hari untuk beli air galon.

Semua pihak hendaknya memberikan kepedulian bukan saja masker pelindung pernapasan tetapi membagikan air bersih untuk masyarakat, terutama yang menggunakan sumur bor. Jalur belum dilalui pipa air PDAM, setakat ini selain air sudah kering juga kotor tidak bisa dimanfaatkan untuk minum.

"Pemkab mestinya mendistribusikan air bersih," pintanya.

Warga Pematangreba, Ijul (34) mengatakan, kekeringan sumur mengakibatkan sulit untuk cuci, mandi, masak. Kemarau panjang mensengsarakan masyarakat, banyak penghuni rumah kos, rumah sewa dan rumah pribadi kesulitan mendapatkan air bersih terutama yang belum ada jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

"Kekeringan nampak di lingkungan Pematang Reba, jalan Litas Rengat, Lintas Belilas, Kusuma, Gerbangsari," ujarnya.

Jika ada bantuan air bersih dari instansi terkait, sebaiknya setiap hari berkeliling kota Pematangreba menyalurkan air bersih ke rumah-rumah penduduk, atau menyediakan tempat khusus untuk masyarakat.

"Kesehatan terganggu bukan saja karena asap tetapi kekurangan air bersih," tegasnya.

Baca juga: ACT bantu pemasangan pipa air bersih di Bojonegoro

Baca juga: Ribuan sumur wakaf-ACT atasi kekeringan di berbagai daerah


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar