Wawako Pekanbaru kukuhkan 200 Barisan Relawan Kebakaran

id Relawan,relawan balakar

Wawako Pekanbaru kukuhkan 200 Barisan Relawan Kebakaran

Pengendara kendaraan bermotor melintas di jalan Soekarno Hatta ketika kabut asap pekat dampak karhutla menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak 200 Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) Kota Pekanbaru tahun 2019, dikukuhkan Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Selasa (17/9).

"Mulai saat ini Kota Pekanbaru secara resmi telah memiliki relawan aksi cepat tanggap kebakaran, yang tersebar di 83 kelurahan," ujar Ayat Cahyadi.

Pengukuhan ditandai dengan penyematan pin kepada 12 relawan Balakar Kota Pekanbaru secara simbolis. Dengan mengenakan kaos polo warna biru, khas dari para satria biru atau personel Pemadam kebakaran (Damkar).

"Mereka adalah Balakar perwakilan dari kecamatan di Kota Pekanbaru," ujarnya.

Ayat Cahyadi mengapresiasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaruyang saat ini sudah memiliki balakar.

Ia berharap Balakar bisa membantu mencegah kebakaran bersama DPKP Kota Pekanbaru sekaligus memberi pencerahan kepada masyarakat untuk waspada kebakaran.

"Bila terjadi kebakaran, para relawan Balakar bisa ikut bantu memadamkan," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, Burhan Gurning menyampaikan bahwa jumlah anggota balakar kini mencapai 200 orang. Mereka berasal dari 83 kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru.

"Mereka adalah masyarakat tempatan, yang nantinya tanggap terhadap bencana kebakaran," jelas Burhan.

Keberadaan Balakar mendukung tugas damkar dalam meminimalisir dampak kebakaran. Mereka yang jadi anggota Balakar berusia muda yakni 19 tahun hingga 35 tahun.

Para pemuda ini nanti siap membantu damkar dalam tugas pemadaman kebakaran.

"Kita berupaya, agar jumlah balakar terus bertambah setiap tahunnya," terangnya.

Burhan menambahkan, bahwa tugas balakar di masa mendatang yakni ikut mempercepat response time atau waktu tanggap. Waktu tanggap saat ini baru 20 menit.

"Maka kita berupaya mempercepat response time dalam pemadaman," jelasnya.

Pihaknya juga membangun kerjasama dengan PLN dan kepolisian, untuk bekerjasama, bersinergi dalam upaya membantu proses pemadaman.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar