Karhutla Riau - Gawat, kabut asap makin pekat mulai berdampak ke bisnis hotel di Pekanbaru

id kabut asap,karhutla,kebakaran hutan,bisnis perhotelan,berita riau antara,berita riau terbaru

Karhutla Riau - Gawat, kabut asap makin pekat mulai berdampak ke bisnis hotel di Pekanbaru

Ilustrasi: Sejumlah pekerja mengenakan masker pelindung pernapasan saat beraktivitas ditengah kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (11/9/2019). Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk setelah terpapar kabut asap pekat dampak dari kebaran hutan dan lahan. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp.

Pekanbaru (ANTARA) - Bisnis perhotelan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mulai terdampak kondisi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin pekat dalam beberapa hari terakhir ini.

“Kabut asap ini sudah berdampak ke okupansi hotel. Rombongan dari instansi kementerian di Jakarta baru saja membatalkan reservasi karena kondisi asap tidak sehat,” kata Marketing Komunikasi Hotel Prime Park Pekanbaru, Retmon Bensal Putra, kepada ANTARA di Pekanbaru, Riau, Kamis.

Kalau saja tidak ada kabut asap, lanjutnya, ada 110 orang dari rombongan kementerian tersebut yang sudah memesan kamar sekaligus ruangan untuk acara.

“Kami harap kondisi asap ini cepat berakhir, karena kalau udara berasap seperti ini mana mau orang datang ke Pekanbaru,” keluhnya.

Kabut asap akibat karhutla di Kota Pekanbaru makin pekat pada Kamis pagi sehingga membuat jarak pandang sempat turun drastis.

“Jarak pandang menurun drastis dari pagi pukul tujuh 1.500 meter menjadi 700 meter pada pukul sembilan,” kata Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto di Pekanbaru, Kamis.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, satelit Terra dan Aqua pada 06.00 WIB mendeteksi titik panas paling banyak di Provinsi Sumatera Selatan ada 437 titik dan Jambi 420 titik. Sementara itu, di Provinsi Riau terdapat 279 titik panas.

Sejumlah daerah juga terdeteksi ada titik panas seperti Bangka Belitung ada 50 titik, Lampung 77 titik, Sumatra Utara 20 titik, Bengkulu 9 titik, Aceh dan Kepri masing-masing empat titik.

Khusus di Riau, dari 279 titik panas yang terdeteksi satelit, lokasi paling banyak ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan 141 titik. Lokasi lainnya yakni Kabupaten Pelalawan dengan 50 titik, Rokan Hilir (Rohil) 31 titik, Kuansing 14 titik, Indragiri Hulu (inhu) 26 titik, Bengkalis 6 titik, dan Siak ada satu titik panas.

Dari jumlah tersebut ada 177 yang dipastikan titik api Karhutla dengan lokasi terbanyak di Inhil ada 99 titik dan Pelalawan 33 titik.

Meski kondisi asap kian pekat, Gubernur Riau Syamsuar justru memilih bertugas ke Thailand. Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengungkapkan hal tersebut usai shalat istisqa berjamaah di lapangan kantor Gubernur Riau di Kota Pekanbaru, Rabu lalu (11/9).

Edy Nasution mengatakan Gubernur Riau Syamsuar dalam kondisi sehat dan kini berada di Jakarta, dan akan melanjutkan tugas ke Thailand.

“Beliau ada di Jakarta, sehat Alhamdulillah. Kebetulan beliau sedang ada tugas juga, beliau mau ke Thailand juga, ada tugas di luar,” kata Edy Nasution kepada ANTARA.

Baca juga: Pedagang keluhkan omset menurun 30 persen akibat asap

Baca juga: Jarak pandang di Pekanbaru anjlok jadi 700 meter gara-gara kabut asap

Baca juga: 1.316 Hotspot Karhutla tersebar di Sumaetra, Riau dapat asap kiriman

Baca juga: Gubernur Riau tugas ke Thailand saat asap Karhutla kian pekat. Kok bisa?


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar