"Mindy Wheelchair" karya PCR tampil di IPA Convex ke-43

id PCR, Mindy Wheelchair, IPA Apex, PT CPI,pameran migas

Mindy Wheelchair ditampilkan di IPA Convex ke-43 di Jakarta Convention Center.(ANTARA/Bayu Agustari Adha)

Jakarta, (ANTARA) - "Mindy Wheelchair" atau kursi roda yang digerakkan dengan pikiran karya Dosen dan Mahasiswa Politeknik Caltex Riau (PCR) tampil Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition ke-43 di Jakarta Convention Center, 4-6 September.

"Ini menggerakkan dan menavigasi kursi roda dengan berkonsentrasi, berelaksasi, dan meditasi lalu mengedipkan mata atau mengangkat alis," kata Ketua Rombongan PCR, Putri Madona S,ST, MT di Jakarta, Kamis.

Kursi roda tersebut tampil di stan PT Chevron Pacific Indonesia yang berpartisipasi dalam IPA Convex ini. Dalam peragaannya, para pengunjung dipersilahkan untuk mencoba menggunakan kursi roda ini dengan dipandu mahasiswa PCR.

Putri Madona mengatakan bahwa ide

ide dibuatnya kursi roda tersebut terilhami dari orang tertentu yang menderita penyakit stroke. Dimana stroke tersebut tidak hanya membuat kaki dan tangan tidak bisa bergera.

"Ini penelitiannya dimulai sejak 2017, tahun pertama kita kembangkan 'Mindy Wheelchair' mekanik portabel. Sudah ada hak patennya, tinggal menunggu 'granted' dari luar. Sekarang ini sudah seperti elektrik," ungkapnya.

Untuk komponen alat tersebut pihaknya menggunakan kursi manual karena yang elektrik terbilang mahal. Setelah itu dipasangi portabel, layar datar, dan komponen lainnya.

Dikatakannya tim dari "Mindy Wheelchair" ini terdiri dari tiga dosen dan juga tiga mahasiswa. Untuk dosen dirinya sendiri yang juga Ketua Program Studi D3 Teknik Elektronika PCR dibantu dua dosen lainnya Yusmar Palapa Wijaya, dan Amnur Akhyat. Sedangkan dari mahasiswa yakni Rendi Raldi, Fadli Hidayat, dan Musta Khairunnisa.

Ke depan diharapkan pihaknya bisa menggunakan "artificial inteligent" agar bisa lebih banyak data untuk mengendalikannya. Artinya sudah bisa dengan berpikir saja kursi roda itu bisa digerakkan.

PCR secara resmi beroperasi pada 2001 atas prakarsa Pemerintah Provinsi Riau dan PT CPI.Dalam tempo enam tahun, tepatnya sejak 1 Januari 2007, PCR sudah mampu membiayai operasionalnya sendiri dan pengelolaan selanjutnya dipercayakan kepada YPCR.

Baca juga: IPA Convex 2019, Chevron paparkan program penyelamatan mangrove

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar