Jemaah haji Papua sumbang Rp21 juta untuk pembangunan masjid

id Jamaah Haji Papua, Jamaah Haji Kloter 16,haji papua

Kepala Bidang PHU dan Binmas Islam Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Papua, H. Ahmad Furu. (ANTARA Foto/HO-Humas Kemenag Sulsel)

Makassar (ANTARA) - Kepala Bidang PHU dan Binmas Islam Kanwil Kementerian Agama Papua Ahmad Furu menerima sumbangan sebesar Rp21.531.500 dari jemaah haji kloter 16 asal Papua untuk pembangunan masjid di provinsi tersebut.

Sedekah pembangunan masjid tersebut diserahkan pada penerimaan kedatangan Kloter 16 di Aula Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis. Selain uang tunai, jemaah kloter 16 juga memberi sedekah berupa uang sebesar 338 Real Arab Saudi.

"Insya Allah sumbangan jemaah haji ini bisa bermanfaat bagi kepentingan ummat di Papua," kata H. Ahmad Furu.

Jemaah haji Kloter 16 UPG asal Provinsi Papua tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 07.11 Wita. Mereka berjumlah 455 orang berasal dari Kabupaten Merauke, Nabire, Kerang, Biak, Mapi dan Asmat.

H. Ahmad Furu mengingatkan kepada jemaah haji Kloter 16 UPG yang sebagian besar merupakan warga Sulawesi Selatan dan Jawa agar tidak berlama-lama di kampung halaman.

Ia meminta agar jemaah haji ini segera kembali mencari penghidupan di Papua sekaligus bersama-sama membangun Papua jadi lebih baik dengan asas kekeluargaan dan kebersamaan.

Menurutnya, tanah kelahiran itu maknanya ialah jemaah haji lahir di sini, tapi tanah kehidupan ialah tanah Papua sebagai tempat mencari kehidupan.

"Tolong jangan habiskan keberkahan hajinya di tanah kelahiran. Sisakan sebagian buat tanah kehidupannya. Karena tanah dan masyarakat Papua sangat butuh keberkahan dari Tanah Suci juga," harapnya.

Sementara itu, Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar, H Ikbal Ismail yang mewakili PPIH Embarkasi Debarkasi Haji Makassar menerang ciri haji mabrur.

Ia mengatakan, haji mabrur ialah ketika kembali dari menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci, rajin sedekah, lebih memuliakan fakir miskin dan anak yatim.

"Selanjutnya dengan menjadi penebar kedamaian dimanapun berada. Dan yang utama adalah pelihara shalat lima waktu,"tambahnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar