PTPN V gandeng APKASINDO akselerasi peremajaan sawit rakyat

id PTPN V, peremajaan sawit rakyat

PTPN V gandeng APKASINDO akselerasi peremajaan sawit rakyat

Dirut PTPN V Jatmiko K Santosa bersama Ketua DPP APKASINDO Gulat ME Manurung menandatangani nota kesepahaman peningkatan produktivitas sawit rakyat di Pekanbaru, Jumat (26/7). (Anggi Romadhoni)

Pekanbaru (ANTARA) - Perusahaan perkebunan sawit milik negara PT Perkebunan Nusantara V menggandeng Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dalam upaya percepatan peremajaan sawit rakyat (PSR) sebagai bagian meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi petani sawit.

"PTPN V sangat 'concern' dengan petani sawit. Karena faktanya CPO (crude palm oil) kami per hari ini di atas 50 persen dari buah (sawit) rakyat," kata Direktur Utama PTPN V Jatmiko K Santosa kepada Antara di Pekanbaru, Jumat.

Ia mengatakan PTPN V memiliki rencana panjang untuk membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas yang setara dengan standar perusahaan perkebunan milik negara terbesar di Bumi Lancang Kuning tersebut. Sehingga, petani akan memiliki kemandirian ekonomi di masa mendatang.

Untuk itu, PTPN V menggandeng APKASINDO untuk mempercepat kegiatan peremajaan sawit yang kini gencar dilakukan perusahaan yang segera melantai di bursa saham itu. Kerjasama antara PTPN V dan APKASINDO diawali dengan penandatanganan kerja sama yang dilakukan di Kantor PTPN V, Jalan Rambutan, Kota Pekanbaru, Jumat siang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung serta Pembina APKASINDO Mayjen TNI (Purn) Erro Kusnara.

Sejatinya, Jatmiko menjelaskan bahwa pemerintah telah memberikan hadiah istimewa kepada petani sawit, yakni melalui program Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit(BPDP-KS). Melalui program tersebut, setiap petani berhak mendapat bantuan dana peremajaan sawit sebesar Rp25 juta.

Akan tetapi, dia mengatakan jika petani dibiarkan swadaya melakukan peremajaan tanpa pendampingan, maka dikhawatirkan akan menjadi bumerang bagi mereka.

"Yang kami khawatirkan, yang tadinya kebijakan pemerintah, hadiah pemerintah kepada petani Rp25 juta, itu bisa jadi malapetaka buat petani kalau tidak hati-hati," ujarnya.

Baca juga: Dirut PTPN V tepuk tepung Tawari 199 jemaah calon haji

Sehingga dia mengatakan PTPN V bersama APKASINDO akan bergandengan tangan untuk membantu petani dalam rangka meningkatkan produktivitas melalui peremajaan, sumber daya manusia, peningkatan kemitraan dan kelembagaan pekebun.

Jatmiko menjelaskan PTPN V memiliki pemikiran bahwa sawit seperti karma yang instan. "Apa yang kita berikan hari ini, itu yang akan kita lihat hasilnya enam bulan mendatang," ujarnya.

Dia menggambarkan, saat ini terdapat plasma PTPN V yang berhasil mengerek produktivitas hingga 18 ton per hektare. Sementara sebagian besar petani swadaya masih jauh dari angka di atas dan angka rata-rata produktivitas perusahaan.

Melalui program tersebut maka diharapkan kesenjangan produktivitas yang kini terjadi antara perusahaan dan petani dapat dipangkas. Petani di kemudian hari bisa memperoleh produktivitas yang baik dan menjadi penyuplai PTPN V untuk menghasilkan CPO yang berkualitas.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Gulat Medali mengaku bahwa persamaan visi antara PTPN V dan asosiasi yang ia pimpin menjadi alasan jalinan kerjasama tersebut. Dia mengatakan secara garis besar PTPN V memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sesuai harapan pemerintah.

"APKASINDO memiliki tugas untuk membangun kelapa sawit indonesia. Apkasindo juga akan mendorong petani untuk bermitra dengan PTPN V karena sangat membantu dalam meraih tujuan organisasi dan meraih harapan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani," tutur Gulat.

Baca juga: PTPN V serahkan lahan 2.800 Ha untuk Senama Nenek, begini penjelasannya
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar