"Mantra Mantra" Kunto Aji sihir ribuan penonton di We The Fest 2019

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara

Kunto Aji di We The Fest 2019, Minggu (21/7) (ANTARA News/Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Kunto Aji "menyihir" penonton We The Fest 2019, Minggu (21/7), lewat lagu-lagu yang diambil dari album terbarunya "Mantra Mantra".

Ribuan orang sudah duduk-duduk memenuhi aula Another Stage di festival musik itu beberapa saat sebelum Kunto Aji dijadwalkan manggung.

Baca juga: Endah N Rhesa rilis album terbaru "Regenerate" di WTF 2019

Bagaikan ditarik magnet, sebagian besar langsung berdiri dan merapat ke bibir panggung ketika musik mulai terdengar, pertanda pertunjukan bakal dimulai.

"Selamat datang di 'Mantra Mantra' saya harap apapun masalah yang kalian bawa bisa lebih baik saat keluar dari ruangan ini," sapa penyanyi berusia 32 tahun itu.

Riuh teriakan girang dari penonton terdengar ketika "Sulung" dibawakan sebagai lagu pembuka.

Selesai menyanyikan "Sulung" yang menjadi lagu tema film remaja "Dua Garis Biru", Kunto Aji melanjutkan penampilannya dengan membawakan "Rancang Rencana", "Mercusuar", "Saudade", "Pilu Membiru", "Rehat" dan "Jakarta Jakarta".

Layar di belakang panggung memperlihatkan cuplikan lirik, video bahkan rekaman suara testimoni pendengar yang merasa terbantu saat mendengar lagu di album "Mantra Mantra".

Dalam album tersebut, Kunto Aji menyentuh isu kesehatan mental, tepatnya overthinker alias terlalu banyak memikirkan ini dan itu.

Ia juga ingin membantu menyelesaikan masalah itu melalui medium frekuensi suara yang unik. Di salah satu lagu, dia memasukkan frekuensi suara yang menurut penelitian dapat membuat pendengarnya merasa lebih baik.

Sementara itu, selain Kunto Aji, hari terakhir We The Fest 2019 dimeriahkan juga oleh penampilan Dipha Barus, .Feast, Dekat, Tulus, Joji dan Rae Sremmurd.

Baca juga: Penyanyi jebolan Indonesian Idol, Judika "hipnotis" 500 karyawan Pegadaian di Mataram

Baca juga: Isyana Sarasvati bersiap untuk merilis album ketiga


Pewarta: Nanien Yuniar
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar