Buaya kembali menyerang warga di Riau. Begini nasib korbannya

id serangan buaya riau,konflik satwa manusia,rambu bahaya buaya,buaya,BBKSDA Riau,berita riau antara,berita riau terbaru

Buaya kembali menyerang warga di Riau. Begini nasib korbannya

Maswir, warga yang menjadi korban serangan buaya (kanan), mendapatkan perawatan medis di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Selasa (25/6/2019). (ANTARA/HO-BBKSDA Riau)

Inhu, Riau (ANTARA) - Buaya liar kembali menyerang seorang warga di area Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Selasa pagi, sepekan setelah serangan buaya menewaskan seorang warga di Kabupaten Siak.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono di Pekanbaru, Selasa, menjelaskan korban yang bernama Maswir (60) adalah warga Desa Sekakak, Kecamatan Cirenti, Kuantan Singingi.

Serangan buaya itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, saat Maswir buang hajat di Sungai Kuantan. Saat turun ke sungai, kaki Maswir digigit buaya.

"Korban berhasil menyelamatkan diri dan minta pertolongan warga, dan korban selanjutnya dibawa ke puskesmas setempat," kata Suharyono.

Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Andri Hansen Siregar menambahkan korban menderita luka di bagian betis dan paha akibat gigitan buaya.

Anggota BBKSDA, menurut dia, sudah turun ke lokasi untuk berkoordinasi dengan kepala desa dan Camat Cirenti guna menyampaikan sosialisasi mengenai ancaman buaya dan pemasangan rambu di sekitar tempat buaya biasa muncul.

"Kita perkirakan itu buaya kodok atau buaya muara yang menyerang korban. Daerah itu kemungkinan memang habitat buaya," katanya.

Insiden serangan buaya di Riau sudah dua kali terjadi dalam seminggu terakhir. Pada 18 Juni, buaya menerkam seorang warga Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, di Sungai Lakar. Buaya tersebut akhirnya berhasil ditangkap. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Baca juga: Perut Buaya pemangsa warga Siak dibelah, potongan tubuh ditemukan (VIDEO)

Baca juga: Warga Teluk Lanus Siak diterkam Buaya, pencarian libatkan Pawang


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar