Waspadai kemunculan harimau di permukiman di Siak

id harimau masuk permukiman,harimau siak,konflik satwa manusia

Waspadai kemunculan harimau di permukiman di Siak

Petugas memasang kandang jebak dengan umpan ayam untuk menangkap harimau di Kawasan Hutan Arwinas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. (ANTARA/HO-Pemkab Siak)

Siak (ANTARA) - Bupati SiakAlfedri mengimbau warganya untuk waspada menyusul kemunculan harimau sumatera di lingkungan pemukiman penduduk di Kampung Suak Lanjut dan Kawasan Hutan Kota Arwinasdi Kecamatan Siak.

"Seluruh masyarakat yang bermukim di tempat dan kawasan tersebut untuk dapat meningkatkan kewaspadaan. Tidak melakukan aktivitas di kawasan hutan, resam, dan kebun secara sendiri-sendiri," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers Pemerintah Kabupaten Siak di Provinsi Riau, Minggu.

Dia juga mengimbau warga untuk menghindaritempat-tempat di mana hewan buas biasa muncul pada malam hari serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengancam keberadaan satwa liar di wilayah mereka.

Selain itu, Bupati meminta warga segera melapor ke aparat pemerintah kampung atau aparat kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika melihat harimau di lingkungan permukiman.

CCTV ruko milik Hasan di Jalan Tengku Buang Asmara, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak, merekam harimau yang sedang melintas pada Sabtu dini hari (21/1), setelah warga melaporkan temuan jejak kaki satwa liar tersebut.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan harimau melintasdi depan ruko. Harimau itu diduga berasal dari Hutan Arwinnas.

Jejak harimau sebelumnya ditemukan di belakang rumah warga di Kampung Suak Lanjut, Kecamatan Siak, pada Senin (16/1).

Selanjutnya, jejak harimau dilaporkan ditemukan di samping rumah warga Gang Nelayan pada Rabu (18/1) dan seorang warga mengaku melihat harimau di sekitar Jalan Sapta Taruna di dekat Hutan Arwinas pada Jumat (20/1).

Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Provinsi Riau telah memasang kandang jebak untuk menangkap harimau yang masuk ke lingkungan permukiman tersebut.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2023